Teori Struktural
Fungsional Abraham Lincoln
Perbudakan di Amerika Serikat
dilatarbelakangi oleh keterbatasan pekerja disektor perkebunan dan didorong
perdagangan budak di Afrika. Perlakuan kejam terhadap budak membuat Abraham
Lincoln dan mayoritas orang di negara bagian Utara menentangnya. Sebelum
menjadi presiden, usaha Abraham Lincoln dalam penghapusan perbudakan adalah
dengan menggelar kampanye-kampanye yang bertemakan anti perbudakan dan berdebat
dengan Stephen A Doglas mengenai perbudakan di Amerika Serikat. Ditengah
carut marutnya perang saudara Abraham Lincoln mengambil kebijakan Emansipasi
Proklamasi. Perang saudara yang terjadi selama lima tahun dapat diakhiri dengan
proses rekonstruksi negara Selatan oleh Abraham Lincoln. Kebijakan yang diambil
Abraham Lincoln dalam mengatasi perbudakan menyisakan berbagai dampak. Dampak
sosial kebijakan itu menyangkut nasib kaum Freedman, secara politik adalah
tentang hak pilih dalam pemilu, dampak ekonomi yakni kerugian pasca perang dan
dampak secara kebudayaan adalah budak mulai mengembangkan musik bergenre Jazz
dan Blues.
Pertama kali Lincoln menyaksikan
Perbudakan, adalah ketika ia menyewa kapal angkut untuk membawa muatan menuju
New Orleans di tahun 1828. Kemudian, ketika ia mengunjungi kota itu untuk ke dua
kalinya, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia harus menghapus praktik
perbudakan ini.
Abraham Lincoln berhasil membangun
teori yang melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang kompleks. Mengatasi
perbudakan merupakan hal yang rumit dan kompleks. Kebijakan tersebut diambil
oleh Abraham secara sistematis dan bijaksana dengan berbekal solidaritas dan
stabilitas terhadap sesama. Penerapan teori struktur fungsional tersebut
berhasil diperani oleh Abraham Lincoln sebagai sosok pemimpin. Sebelum menjadi
Presiden AS 16, Abraham Lincoln sempat menjadi kepala kantor pos, tentara, dll.
Status & Peranan Abraham
Lincoln
Status
Abraham Lincoln adalah presiden ke 16 Amerika Serikat. Pada pemilihan presiden
tahun 1860, Lincoln tidak berkampanye di jalan, melainkan dengan
mendistribusikan poster, leaflet, dan editorial surat kabar. Lincoln lahir di
sebuah pondok kayu satu kamar di Farm Sinking Spring, Kentucky. Menjadikannya
presiden AS pertama yang berasal dari sebelah barat Pegunungan Appalachian.Pada
tahun 1842, Lincoln menikah dengan Mary Todd. Pasangan ini memiliki empat
putra, Robert, Edward, William dan Thomas
Peranan Abraham Lincoln adalah
saat menjalankan pidato di Gettysburg adalah salah satu pidato politik yang
paling dikutip dalam sejarah. Pidato ini menandai berakhirnya pertempuran
berdarah Gettysburg dan Perang Saudara Amerika. Pidato itu disampaikan pada
hari Kamis sore, 19 November 1863 di makam prajurit Gettysburg, Pennsylvania.
Masa muda Abraham Lincoln
bekerja dalam berbagai bidang. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar,
menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus
kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara. Selain itu, Abraham
Lincoln berhasil memimpin Amerika melalui perang saudara serta menghapuskan
perbudakan. Emansipation Proclamation
yang dikeluarkan pada tanggal 22 September 1862 merupakan tanda berakhirnya
perbudakan di Amerika Serikat.
Pengalaman Menarik
Pengalaman
kelompok kami adalah saat mengetahui bahwa Abraham Lincoln hanya bersekolah
selama 18 bulan, lalu melanjutkan dengan membaca buku secara mandiri dan terus
menerus. Alhasil, beliau menjadi seorang yang sukses dan pemimpin sejati di
negara hebat, Amerika Serikat. Hal tersebut membuat kita takjub. Mengapa?
Karena jaman sekarang walaupun sekolah tinggi, namun manusia tidak
mempergunakannya secara bijak. Berbeda dengan Abraham Lincoln, walaupun hanya
berbekal membaca dan membaca secara mandiri dan tidak kenal lelah, ia berhasil
menembus sejarah.
Selama masa jabatannya, ada
banyak budak di Selatan dan ia ingin para budak itu dibebaskan. Orang-orang
yang tidak setuju dengan rencananya, membentuk Persatuan Selatan dan sebuah
pasukan untuk berperang melawan pasukan Utara Lincoln pada Perang
Utara-Selatan. Pasukannya memenangkan peperangan itu. Langkah pertamanya
memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 pada saat ia berusia 23 tahun.
Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah
pada saat pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang. Setelah
itu ia kembali dipilih selama tiga kali berturut-turut setelahnya.
Kelihaian dalam mengambil segala
peluang mengajarkan kami untuk tanggap dan tidak putus asa. Tak kenal kata
menyerah adalah senjata Lincoln. Perbudakan merupakan suatu fenomena yang
kompleks dan sulit untuk diungkap apalagi dihentikan. Namun, seorang anak dari
kaum tidak berpendidikan tinggi mampu melakukan sesuatu yang tidak mungkin
menjadi nyata di mata dunia.
Regards,
Fransisca Stefanie Chandra
Regards,
Fransisca Stefanie Chandra