Bangku kuliah?
Hmm, awalnya excited dan menyenangkan
karena mengenal dunia baru dan mengenal banyak perbedaan dari dunia Pendidikan.
Beberapa saat berlalu, mahasiswa kebanyakan merasa penat karena tuntutan dan
tantangan semakin menghempas bagai badai yang menerkam. Bayangkan, mahasiswa
akan belajar dan bergumul selama 4 tahun lamanya. But,if we flashback what the purpose we are here, you will get up and
try the best as you are!
Saya Fransisca
Stefanie Chandra,mahasiswa Ilmu Komunikasi 2013. Saat ini saya berada di Negeri
Ginseng untuk menempuh pertukaran pelajar di Dongseo University, Busan, Korea.
Buat apa sih saya disini? Liburan? Sweet
escape? Belajar? Pertama, saya disini karena Tuhan menuntun saya untuk
keluar dari zona nyaman dan mengetahui banyak hal yang belum saya ketahui.
Kedua, saya ingin menjalankan kewajiban sebagai seorang anak yang ingin membahagiakan
orang tuanya. Ketiga, saya disini karena ada kesempatan yang terbuka lebar
untuk belajar di tempat lain dan menjadi berkat bagi orang lain. So, giliranmu kapan? J
Menjalani
pertukaran pelajar sudah menjadi bagian dari tujuan di bangku kuliah karena
saya ingin mengetahui dunia luar dan menggondol
hal baru untuk menjadi berkat bagi orang lain. Awalnya, saya tertarik untuk
pergi ke Taiwan namun karena keteledoran terlambat mendaftar, akhirnya Tuhan
menempatkan saya di Negeri Ginseng yang penuh tantangan. Mengapa penuh
tantangan? Karena saya berangkat tanpa dasar bahasa Korea. Bahkan, saya sudah mempersiapkan
diri belajar bahasa Mandarin sebelumnya (karena rencana saya di Taiwan, bukan
Korea). Tetapi, saya yakin dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik.
Untuk program
pertukaran pelajar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yakni Toefl score (minimal 500), nilai minimum
IPK (3.0), dan tes kesehatan. Selain hal tersebut, terdapat hal lain yang wajib
dipersiapkan yakni hal keuangan untuk biaya kuliah dan biaya kehidupan selama
berada di luar negeri. Akan tetapi,
tekad bulat dan kemauan untuk berprestasi adalah hal terpenting untuk
dikantongi sebelum melangkah.
Berbekal Beasiswa
Well, berkaitan
dengan finansial selama hidup di Korea, saya berusaha untuk me-manajemen uang
dengan baik. Untuk biaya kuliah dan tempat tinggal di Dongseo University saya
memperoleh beasiswa dari Scranton Woman’s Leadership, Korea. Basically, saya memperoleh beasiswa
Scranton Woman’s Leadership sejak semester tiga. Beasiswa ini akan menanggung
biaya kuliah hingga saya wisuda. Menarik bukan? Maka, ketika saya menjalani
pertukaran pelajar di Korea biaya pun ditanggung oleh Scranton Woman’s
Leadership. Beasiswa ini sangat menguntungkan karena mahasiswa tidak perlu
memikirkan biaya kuliah. So guys, grab it
fast as long you could achieve it!
Sejak duduk di
bangku kuliah UK Petra, saya hanya membayar uang kuliah di semester awal
(semester 1). Semester berikutnya saya memperoleh beasiswa dari Pemerintah
Indonesia; Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Beasiswa ini diberikan oleh
Pemerintah Indonesia dengan syarat memiliki IPK yang baik, kumpulan prestasi
yang menunjukkan bakat dan minat di sebuah bidang, dan aktif organisasi. Selain
itu, saya memperoleh beasiswa dari UK Petra yakni Beasiswa Aktif Berprestasi.
Beasiswa ini dipilih dan disaring langsung oleh UK Petra berdasarkan IPK, jumlah SKKK, aktif
organisasi, dan kumpulan prestasi yang pernah diraih. Setiap tahun hanya
dipilih beberapa mahasiswa dari sekian mahasiswa di UK Petra. Beasiswa
berikutnya saya kantongi dari Bank Mandiri, berbekal tabungan Mandiri ini saya
dapat membayar uang kuliah saya sendiri. Terakhir, saya memperoleh beasiswa
Scranton Woman’s Leadership di semester 3 (tiga), yang mana akan menanggung
keseluruhan biaya kuliah hingga wisuda. Pencapaian beasiswa saya terhenti
disini karena saya tidak boleh mendapat beasiswa dari pihak lain selama saya
menerima beasiswa Scranton Woman’s Leadership.
Nah, di tahun
2015 saya memperoleh beasiswa ke Hong Kong dengan mengikuti Summer Program Service Learning selama
dua bulan. Beasiswa ini termasuk uang program dan tempat tinggal. Program ini
memberikan pelajaran luar biasa mengenai social
enterprise dan active ageing. Pengetahuan
baru yang sebelumnya saya belum dapatkan.
Nah, begitu
banyak program yang bisa kamu ikuti selagi masih menjadi mahasiswa. Selama
menjadi mahasiswa, ayo perbanyak networking.
Gunakan masa kuliah mu sekarang menjadi sarana belajar dan pengetahuan
baru, bukan hanya di dalam kampus, tetapi di luar kampus bahkan di ranah
Internasional. Kalau dari Sisca sendiri, aktif organisasi di semester awal (1
hingga 4) sudah cukup namun maksimal. Karena bagi Sisca, di 4 semester tersebut
sudah memperoleh ilmu kepemimpinan sangat cukup. Di BEM (Badan Eksekutif
Mahasiswa), Sisca menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk aktif dan berkarya
secara maksimal.
Setelah itu,
Sisca terus berjuang mencari kesempatan untuk berada diranah Internasional.
Teman-teman, ayo jangan hanya diam di tempat yang membuat kamu nyaman. Ayo
keluar dan buktikan pada dunia bahwa kamu memiliki sesuatu yang dapat berguna
bagi orang lain terutama bagi kemuliaan nama Yesus. Gunakan waktu empat
tahun-mu dengan penuh ukiran prestasi dan pengalaman baru.
Passion
Berbicara soal
passion, pasti di antara kita
memiliki passion yang dapat
ditonjolkan. Apa itu? Ayo gali dirimu sendiri mumpung masih di bangku kuliah!
Nah, salah satu hal yang menghantarkan Sisca hingga memperoleh beragam beasiswa
adalah passion di bidang menulis.
Sejak semester dua, Sisca didorong oleh salah satu dosen untuk menulis dan
memuatnya di Koran. Tantangan demi tantangan, Sisca berhasil masuk koran.
Pertama kali, Sisca masuk di koran Radar Surabaya di tahun 2014. Sejak saat
itu, Sisca aktif menulis hingga tulisan Sisca mampu dimuat di koran Surya dan
Kompas hingga sekarang. Selain itu, Sisca mampu meraih juara 3 (tiga) menulis feature di Universitas Multimedia
Nusantara (UMN) Jakarta. Berkat kejuaraan ini, Sisca memperoleh beasiswa dari
UK Petra sebagai beasiswa ekstrakurikuler. Kemudian, Sisca kembali mengikuti
berbagai perlombaan menulis di berbagai jenis kompetisi. Tak hanya itu, saat
ini Sisca menjadi part timer di
kantor HUMAS UK Petra sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Dwi Pekan sejak tahun
2014. Lalu, saat ini bekerja sebagai creative
writer di IDNTimes untuk kembali menggali kemampuan menulis. Nah, hal ini
membuktikan bahwa setiap dari kita sudah diberi berlian dari Tuhan untuk
kemudian diasah. Ayo, passion-mu apa?