Jumat, 13 Mei 2016

Gapai Prestasi Tiada Batas

Bangku kuliah? Hmm, awalnya excited dan menyenangkan karena mengenal dunia baru dan mengenal banyak perbedaan dari dunia Pendidikan. Beberapa saat berlalu, mahasiswa kebanyakan merasa penat karena tuntutan dan tantangan semakin menghempas bagai badai yang menerkam. Bayangkan, mahasiswa akan belajar dan bergumul selama 4 tahun lamanya. But,if we flashback what the purpose we are here, you will get up and try the best as you are!

Saya Fransisca Stefanie Chandra,mahasiswa Ilmu Komunikasi 2013. Saat ini saya berada di Negeri Ginseng untuk menempuh pertukaran pelajar di Dongseo University, Busan, Korea. Buat apa sih saya disini? Liburan? Sweet escape? Belajar? Pertama, saya disini karena Tuhan menuntun saya untuk keluar dari zona nyaman dan mengetahui banyak hal yang belum saya ketahui. Kedua, saya ingin menjalankan kewajiban sebagai seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. Ketiga, saya disini karena ada kesempatan yang terbuka lebar untuk belajar di tempat lain dan menjadi berkat bagi orang lain. So, giliranmu kapan? J

Menjalani pertukaran pelajar sudah menjadi bagian dari tujuan di bangku kuliah karena saya ingin mengetahui dunia luar dan menggondol hal baru untuk menjadi berkat bagi orang lain. Awalnya, saya tertarik untuk pergi ke Taiwan namun karena keteledoran terlambat mendaftar, akhirnya Tuhan menempatkan saya di Negeri Ginseng yang penuh tantangan. Mengapa penuh tantangan? Karena saya berangkat tanpa dasar bahasa Korea. Bahkan, saya sudah mempersiapkan diri belajar bahasa Mandarin sebelumnya (karena rencana saya di Taiwan, bukan Korea). Tetapi, saya yakin dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik.

Untuk program pertukaran pelajar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yakni Toefl score (minimal 500), nilai minimum IPK (3.0), dan tes kesehatan. Selain hal tersebut, terdapat hal lain yang wajib dipersiapkan yakni hal keuangan untuk biaya kuliah dan biaya kehidupan selama berada di luar negeri.  Akan tetapi, tekad bulat dan kemauan untuk berprestasi adalah hal terpenting untuk dikantongi sebelum melangkah.

Berbekal Beasiswa

Well, berkaitan dengan finansial selama hidup di Korea, saya berusaha untuk me-manajemen uang dengan baik. Untuk biaya kuliah dan tempat tinggal di Dongseo University saya memperoleh beasiswa dari Scranton Woman’s Leadership, Korea. Basically, saya memperoleh beasiswa Scranton Woman’s Leadership sejak semester tiga. Beasiswa ini akan menanggung biaya kuliah hingga saya wisuda. Menarik bukan? Maka, ketika saya menjalani pertukaran pelajar di Korea biaya pun ditanggung oleh Scranton Woman’s Leadership. Beasiswa ini sangat menguntungkan karena mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya kuliah. So guys, grab it fast as long you could achieve it!

Sejak duduk di bangku kuliah UK Petra, saya hanya membayar uang kuliah di semester awal (semester 1). Semester berikutnya saya memperoleh beasiswa dari Pemerintah Indonesia; Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Indonesia dengan syarat memiliki IPK yang baik, kumpulan prestasi yang menunjukkan bakat dan minat di sebuah bidang, dan aktif organisasi. Selain itu, saya memperoleh beasiswa dari UK Petra yakni Beasiswa Aktif Berprestasi. Beasiswa ini dipilih dan disaring langsung oleh UK Petra  berdasarkan IPK, jumlah SKKK, aktif organisasi, dan kumpulan prestasi yang pernah diraih. Setiap tahun hanya dipilih beberapa mahasiswa dari sekian mahasiswa di UK Petra. Beasiswa berikutnya saya kantongi dari Bank Mandiri, berbekal tabungan Mandiri ini saya dapat membayar uang kuliah saya sendiri. Terakhir, saya memperoleh beasiswa Scranton Woman’s Leadership di semester 3 (tiga), yang mana akan menanggung keseluruhan biaya kuliah hingga wisuda. Pencapaian beasiswa saya terhenti disini karena saya tidak boleh mendapat beasiswa dari pihak lain selama saya menerima beasiswa Scranton Woman’s Leadership.

Nah, di tahun 2015 saya memperoleh beasiswa ke Hong Kong dengan mengikuti Summer Program Service Learning selama dua bulan. Beasiswa ini termasuk uang program dan tempat tinggal. Program ini memberikan pelajaran luar biasa mengenai social enterprise dan active ageing. Pengetahuan baru yang sebelumnya saya belum dapatkan.

Nah, begitu banyak program yang bisa kamu ikuti selagi masih menjadi mahasiswa. Selama menjadi mahasiswa, ayo perbanyak networking. Gunakan masa kuliah mu sekarang menjadi sarana belajar dan pengetahuan baru, bukan hanya di dalam kampus, tetapi di luar kampus bahkan di ranah Internasional. Kalau dari Sisca sendiri, aktif organisasi di semester awal (1 hingga 4) sudah cukup namun maksimal. Karena bagi Sisca, di 4 semester tersebut sudah memperoleh ilmu kepemimpinan sangat cukup. Di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Sisca menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk aktif dan berkarya secara maksimal.

Setelah itu, Sisca terus berjuang mencari kesempatan untuk berada diranah Internasional. Teman-teman, ayo jangan hanya diam di tempat yang membuat kamu nyaman. Ayo keluar dan buktikan pada dunia bahwa kamu memiliki sesuatu yang dapat berguna bagi orang lain terutama bagi kemuliaan nama Yesus. Gunakan waktu empat tahun-mu dengan penuh ukiran prestasi dan pengalaman baru.  

Passion

Berbicara soal passion, pasti di antara kita memiliki passion yang dapat ditonjolkan. Apa itu? Ayo gali dirimu sendiri mumpung masih di bangku kuliah! Nah, salah satu hal yang menghantarkan Sisca hingga memperoleh beragam beasiswa adalah passion di bidang menulis. Sejak semester dua, Sisca didorong oleh salah satu dosen untuk menulis dan memuatnya di Koran. Tantangan demi tantangan, Sisca berhasil masuk koran. Pertama kali, Sisca masuk di koran Radar Surabaya di tahun 2014. Sejak saat itu, Sisca aktif menulis hingga tulisan Sisca mampu dimuat di koran Surya dan Kompas hingga sekarang. Selain itu, Sisca mampu meraih juara 3 (tiga) menulis feature di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Jakarta. Berkat kejuaraan ini, Sisca memperoleh beasiswa dari UK Petra sebagai beasiswa ekstrakurikuler. Kemudian, Sisca kembali mengikuti berbagai perlombaan menulis di berbagai jenis kompetisi. Tak hanya itu, saat ini Sisca menjadi part timer di kantor HUMAS UK Petra sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Dwi Pekan sejak tahun 2014. Lalu, saat ini bekerja sebagai creative writer di IDNTimes untuk kembali menggali kemampuan menulis. Nah, hal ini membuktikan bahwa setiap dari kita sudah diberi berlian dari Tuhan untuk kemudian diasah. Ayo, passion-mu apa?