Jumat, 13 Mei 2016

Gapai Prestasi Tiada Batas

Bangku kuliah? Hmm, awalnya excited dan menyenangkan karena mengenal dunia baru dan mengenal banyak perbedaan dari dunia Pendidikan. Beberapa saat berlalu, mahasiswa kebanyakan merasa penat karena tuntutan dan tantangan semakin menghempas bagai badai yang menerkam. Bayangkan, mahasiswa akan belajar dan bergumul selama 4 tahun lamanya. But,if we flashback what the purpose we are here, you will get up and try the best as you are!

Saya Fransisca Stefanie Chandra,mahasiswa Ilmu Komunikasi 2013. Saat ini saya berada di Negeri Ginseng untuk menempuh pertukaran pelajar di Dongseo University, Busan, Korea. Buat apa sih saya disini? Liburan? Sweet escape? Belajar? Pertama, saya disini karena Tuhan menuntun saya untuk keluar dari zona nyaman dan mengetahui banyak hal yang belum saya ketahui. Kedua, saya ingin menjalankan kewajiban sebagai seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. Ketiga, saya disini karena ada kesempatan yang terbuka lebar untuk belajar di tempat lain dan menjadi berkat bagi orang lain. So, giliranmu kapan? J

Menjalani pertukaran pelajar sudah menjadi bagian dari tujuan di bangku kuliah karena saya ingin mengetahui dunia luar dan menggondol hal baru untuk menjadi berkat bagi orang lain. Awalnya, saya tertarik untuk pergi ke Taiwan namun karena keteledoran terlambat mendaftar, akhirnya Tuhan menempatkan saya di Negeri Ginseng yang penuh tantangan. Mengapa penuh tantangan? Karena saya berangkat tanpa dasar bahasa Korea. Bahkan, saya sudah mempersiapkan diri belajar bahasa Mandarin sebelumnya (karena rencana saya di Taiwan, bukan Korea). Tetapi, saya yakin dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik.

Untuk program pertukaran pelajar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yakni Toefl score (minimal 500), nilai minimum IPK (3.0), dan tes kesehatan. Selain hal tersebut, terdapat hal lain yang wajib dipersiapkan yakni hal keuangan untuk biaya kuliah dan biaya kehidupan selama berada di luar negeri.  Akan tetapi, tekad bulat dan kemauan untuk berprestasi adalah hal terpenting untuk dikantongi sebelum melangkah.

Berbekal Beasiswa

Well, berkaitan dengan finansial selama hidup di Korea, saya berusaha untuk me-manajemen uang dengan baik. Untuk biaya kuliah dan tempat tinggal di Dongseo University saya memperoleh beasiswa dari Scranton Woman’s Leadership, Korea. Basically, saya memperoleh beasiswa Scranton Woman’s Leadership sejak semester tiga. Beasiswa ini akan menanggung biaya kuliah hingga saya wisuda. Menarik bukan? Maka, ketika saya menjalani pertukaran pelajar di Korea biaya pun ditanggung oleh Scranton Woman’s Leadership. Beasiswa ini sangat menguntungkan karena mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya kuliah. So guys, grab it fast as long you could achieve it!

Sejak duduk di bangku kuliah UK Petra, saya hanya membayar uang kuliah di semester awal (semester 1). Semester berikutnya saya memperoleh beasiswa dari Pemerintah Indonesia; Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Indonesia dengan syarat memiliki IPK yang baik, kumpulan prestasi yang menunjukkan bakat dan minat di sebuah bidang, dan aktif organisasi. Selain itu, saya memperoleh beasiswa dari UK Petra yakni Beasiswa Aktif Berprestasi. Beasiswa ini dipilih dan disaring langsung oleh UK Petra  berdasarkan IPK, jumlah SKKK, aktif organisasi, dan kumpulan prestasi yang pernah diraih. Setiap tahun hanya dipilih beberapa mahasiswa dari sekian mahasiswa di UK Petra. Beasiswa berikutnya saya kantongi dari Bank Mandiri, berbekal tabungan Mandiri ini saya dapat membayar uang kuliah saya sendiri. Terakhir, saya memperoleh beasiswa Scranton Woman’s Leadership di semester 3 (tiga), yang mana akan menanggung keseluruhan biaya kuliah hingga wisuda. Pencapaian beasiswa saya terhenti disini karena saya tidak boleh mendapat beasiswa dari pihak lain selama saya menerima beasiswa Scranton Woman’s Leadership.

Nah, di tahun 2015 saya memperoleh beasiswa ke Hong Kong dengan mengikuti Summer Program Service Learning selama dua bulan. Beasiswa ini termasuk uang program dan tempat tinggal. Program ini memberikan pelajaran luar biasa mengenai social enterprise dan active ageing. Pengetahuan baru yang sebelumnya saya belum dapatkan.

Nah, begitu banyak program yang bisa kamu ikuti selagi masih menjadi mahasiswa. Selama menjadi mahasiswa, ayo perbanyak networking. Gunakan masa kuliah mu sekarang menjadi sarana belajar dan pengetahuan baru, bukan hanya di dalam kampus, tetapi di luar kampus bahkan di ranah Internasional. Kalau dari Sisca sendiri, aktif organisasi di semester awal (1 hingga 4) sudah cukup namun maksimal. Karena bagi Sisca, di 4 semester tersebut sudah memperoleh ilmu kepemimpinan sangat cukup. Di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Sisca menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk aktif dan berkarya secara maksimal.

Setelah itu, Sisca terus berjuang mencari kesempatan untuk berada diranah Internasional. Teman-teman, ayo jangan hanya diam di tempat yang membuat kamu nyaman. Ayo keluar dan buktikan pada dunia bahwa kamu memiliki sesuatu yang dapat berguna bagi orang lain terutama bagi kemuliaan nama Yesus. Gunakan waktu empat tahun-mu dengan penuh ukiran prestasi dan pengalaman baru.  

Passion

Berbicara soal passion, pasti di antara kita memiliki passion yang dapat ditonjolkan. Apa itu? Ayo gali dirimu sendiri mumpung masih di bangku kuliah! Nah, salah satu hal yang menghantarkan Sisca hingga memperoleh beragam beasiswa adalah passion di bidang menulis. Sejak semester dua, Sisca didorong oleh salah satu dosen untuk menulis dan memuatnya di Koran. Tantangan demi tantangan, Sisca berhasil masuk koran. Pertama kali, Sisca masuk di koran Radar Surabaya di tahun 2014. Sejak saat itu, Sisca aktif menulis hingga tulisan Sisca mampu dimuat di koran Surya dan Kompas hingga sekarang. Selain itu, Sisca mampu meraih juara 3 (tiga) menulis feature di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Jakarta. Berkat kejuaraan ini, Sisca memperoleh beasiswa dari UK Petra sebagai beasiswa ekstrakurikuler. Kemudian, Sisca kembali mengikuti berbagai perlombaan menulis di berbagai jenis kompetisi. Tak hanya itu, saat ini Sisca menjadi part timer di kantor HUMAS UK Petra sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Dwi Pekan sejak tahun 2014. Lalu, saat ini bekerja sebagai creative writer di IDNTimes untuk kembali menggali kemampuan menulis. Nah, hal ini membuktikan bahwa setiap dari kita sudah diberi berlian dari Tuhan untuk kemudian diasah. Ayo, passion-mu apa?

Senin, 29 Februari 2016

One Two Three of Busan, South Korea



Korea is one of the dreams of anyone to visit as a tourist destination or Education. Well, one of my dream is come true. Korea, I'm here now! Armed with a dream to go to the country people, no doubt make myself struggling to move forward. Not because of my great and strong, but because the love of God's grace. By the way, I'm going to Korea to participate in a student exchange program (student exchange) at Dongseo University, Busan. Manage a lot of things before departure, many things that must be prepared ; passport, a letter of recommendation, a letter of acceptance, and Korean visa. First of all, when I arrived in Busan, I put all of my stuff and I went to CU (convenience store) to bought transportation's card. The price is 2.500Won. You can go anywhere you want by using this card. You must fill it before you use it.


First day in Korea welcomed by extreme weather was very cold. I need adaptation for this situation. Preparing myself with any kind of winter coat. And, Busan has a lot of delicious food. For my lunch, I went one simple restaurant at near our school. Our dish was very simple, but very tasty. The prices was about 5.500Won (60.000 Rupiah) include side dish and water mineral.



Andong Jjimdak 



At night, I went to Daiso and Home Plus. Daiso is one of biggest shopping mall, they sell kind of stuff. There, very cheap and complete. Home Plus is a supermarket, really complete and convinience. As usual, we must bring a cloth bags, and if you didn't bring, you must buy it! Then, I ate Samgak Gimbap and milk for the dinner. For the second day, I went to Gamcheon Culture Village, one of best place in Busan, Korea. Very interesting and colorfull exactly! This place very historical and beautiful. Some romantic people are spent time together in here and enjoy the atmosphere.



Gamcheon Village Busan 









Last but not least. I spent my second day at Nampo Street. This place is about market and we can buy anything here, especially for a yummy snack. In every street, you can find different kind of food. One of favorite snack in Busan in Hotteok, filled Korean pancake. When you come to Nampo, you must try this one.




Hotteok 



And this post will be end of my third day experience in Busan, Korea. Anyway, that day I went to the favorite Korean dessert places. Sulbing Korean Dessert. This kind of dessert is very unique and too delicious. They combined different of fruit and mix together. The ice is very soft.


Here is the end of my experiences story for three days in Busan, South Korea.

Don't just stay in your comfort zone, change yourself till you get the maximum of your ability and the opportunity is waiting for you, NOW! And remember that you are success not by your strength, but exactly you success are creating by our the Biggest God.


Senin, 30 November 2015

Scholarship? It's POSSIBLE!

Hallo Pembaca, 


Here I come back since five months ago. 
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, Universitas Kristen Petra Surabaya membuat saya jarang ada 'me time' bersama para pembaca sekalian.

Haru biru cerita kehidupan terus mengalir tak terhenti, begitupula arus kehidupan seseorang yang terus bergulir. And today, we will talk about scholarship. Cerita kali ini saya ingin bagikan karena saya merasa bahwa pelajar dan mahasiswa di Indonesia butuh tenaga keras untuk berusaha memperoleh beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Bukan karena strata status, keadaan ekonomi, dan lainnya, tetapi karena seolah pengabdian seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. 

Well, cerita punya cerita, saya terlahir sebagai anak keturunan China dari seorang wiraswasta di sebuah desa, desa Sukowono, Kabupaten Jember. Keputusan menempuh Pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya merupakan pilihan yang tidak terencana sebelumnya. Karena jika boleh jujur, saat hendak lulus SMA, saya pun bingung untuk berkuliah dimana, but Jesus make everything well! Saya dituntun dan sampailah pada sebuah pencapaian yang luar biasa dan mampu berdampak bagi orang tua dan orang lain. Duduklah saya di bangku kuliah sejak tahun 2013 masuk sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Latar belakangnya adalah saya suka ng-MC dan suka berinteraksi dengan orang lain. 

Semester pertama berlalu dengan perjuangan bersama teman sekawan. Mengetahui uang kuliah cukup tinggi, saya bermimpi untuk membiayai kuliah dengan jeripayah saya sendiri. Mimpi ini ternyata berawal dari melihat fenomena anak muda yang sudah sukses berbisnis. Tak ayal, mimpi ini pun seakan hanya ada di awan yang tak akan pernah terjadi. Kejadian ini pun berawal dari peristiwa orang tua saya yang bekerja keras tanpa kenal lelah, perjuangan ini seakan menggoreskan hati terdalam. Bangun pagi, tidur malam, and repeat everyday! Walaupun penghasilan ada setiap hari, namun beban Ayah dan Ibu yang harus membiayai ketiga anaknya ini pun menggugah hati untuk bangkit dan berjuang demi membanggakan mereka. 


Start Beasiswa ...


Hati berkobar pun membara seiring berjalannya waktu, dan ini dia ketika waktu berdering di hati dan pikiran. Ternyata, tempat saya berkuliah memiliki banyak jenis beasiswa yang ditawarkan, meskipun syarat dan kualifikasinya sangat berat, yakni IPK, Prestasi, Kredit Poin, Motivasi, dan Keaktifan. Dan, bukan sebuah kebetulan bahwa Tuhan berencana indah pada waktunya. Yes! Beasiswa yang pertama saya apply adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) 2014 yang berasal dari Pemerintah, dan beasiswa ini ditawarkan setiap semester. Syarat yang paling harus ada adalah IPK diatas 3.0, memiliki track record yang baik, memiliki daftar prestasi seperti menang kejuaraan lomba dalam bakat minat tertentu, aktif dalam organisasi, dan memiliki motivasi yang jelas. Then, God's plan are always good, cause He always GOOD all the time! Dan saya percaya, bahwa apapun yang dilakukan manusia di bumi ini, jika memiliki niat dan alasan yang baik maka kemauan itu pun akan terpenuhi walaupun secara kasat mata manusia itu mustahil. Tibalah pengumuman datang, dan saya salah satu dari segelintir mahasiswa yang menerima beasiswa ini. Hal pertama yang saya lakukan adalah, bersyukur kepada Tuhan, karena jika bukan pertolonganNya, saya pun tak bisa berbuat apapun. Beasiswa ini membiayai uang UPRS (uang SKS) full selama satu semester. 

Ceritaa Berlanjut ...


Hi Scholarship! I coming back for second opportunities. Masih dalam keadaan yang sama, sebagai anak yang tengah berjuang di tengah persaingan ketat di bangku kuliah. Di semester berikutnya saya berjuang untuk beasiswa selanjutnya yakni Beasiswa Aktif Berprestasi yang merupakan beasiswa dari Universitas Kristen Petra. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan, memiliki kredit poin sebesar >100. Syarat umumnya adalah lagi-lagi IPK, prestasi, keaktifan, kemampuan dalam bakat minat tertentu, dan great track record. Singkat cerita, lagi-lagi saya salah satu mahasiswa dari keempat mahasiswa lainnnya yang berhasil memperoleh Beasiswa Aktif Berprestasi. Beasiswa ini membiayai uang SPP full selama satu semester. 

Lastly, 

Cerita beasiswa di bangku kuliah berakhir di pencapaian di semester 4. Sampai sekarang, semester 4 merupakan semester yang mengagumkan. Peristiwa terindah hadir di semester ini! Kembali terdengung pengumuman beasiswa khusus wanita yakni Scranton Women's Leadership Korea. Konon, beasiswa ini akan membiayai penuh uang kuliah (SKS + SPP) hingga saya lulus atau wisuda. Sounds good! Seluruh persiapan dan dokumen pun saya segera lengkapi dan kumpulkan. Seperti biasanya, beasiswa ini memiliki kualifikasi yang berat dan persaingan yang ketat. Beasiswa ini hanya memilih dua orang. Yang saya pikirkan adalah, sungguh sulit dan hampir mustahil. Berbekal keberanian, saya pun maju dan memberanikan diri untuk mendaftar. Satu bulan berlalu, dan ini dia yang ditunggu. Kiriman email pemberitahuan dari Korea pun mengguncangkan hati, "you're accepted for this scholarship."
Dan ini dia pencarian terakhir beasiswa saya. 

Fakta ...


Sebagai mahasiswa, sadarlah bahwa kita bukan anak kecil lagi yang masih dituntun orang tua. Dunia menantimu untuk menjadi seorang pemimpin masa depan. Bukan karena kita terlahir sebagai orang kaya atau orang miskin. Namun, berpikirlah bahwa 'apa yang bisa kamu lakukan untuk orang tua yang telah bersusah payah membesarkanmu?' Jika masa mudamu digunakan untuk sekedar bermain dan bercanda, sudahi saja memiliki mimpi besar memimpin dunia. Bermain dan bercanda adalah masa TK hingga SMA, masa indah itu pun hendaknya menjadi kenangan. Bagi saya, ketika menginjak bangku kuliah itu artinya gerbang menuju dunia nyata telah dimulai. Apa itu? Membanggakan orang tua, membalas kebaikan orang tua, berdampak bagi orang lain dan lingkungan, belajar menjadi pemimpin, mengasah kemampuan bakat dan minat, mengubah dunia menjadi lebih baik, menjadi manusia yang berintegritas dan berhikmat, serta menjadi inspirator bagi orang lain. Bukan berarti menjadi miliarder, namun menjadi orang yang mampu berdampak positif serta menginspirasi orang lain melalui karya-karya. 

Cerita ini semata-mata bukan untuk pamer atau hal apapun, namun cerita ini bermaksud untuk menggugah hati pemuda di Indonesia yang saat ini bermalas-malasan di luar sana. Saya sadar bahwa uang kuliah saat ini semakin mahal, oleh sebab itu saya menyemangati diri saya untuk meringankan beban orang tua saya. Walaupun saya tahu, kedua orang tua saya tidak pernah meminta dan memaksa saya memperoleh beasiswa karena keluarga saya tergolong keluarga yang berada. Mereka hanya berkata: 'Cukuplah kamu berkuliah dengan benar, tidak berlaku aneh, dan memperoleh nilai baik'. Hal ini membuat diri saya berpikir bahwa, saya dikaruniai tubuh yang sempurna tanpa kekurangan apapun. Lalu, apa yang bisa saya lakukan? Bangkit, find something useful everyday, raih prestasi demi masa depan, cari jati diri, banggakan orang tua, membangun karakter sebaik mungkin, dan menjadi terang bagi dunia. 


Tips ...


Hi pelajar dan mahasiswa di Indonesia! Kali ini saya ingin mengatakan bahwa tak ada kata terlambat untuk berjuang dan berprestasi. Selama kita hidup, pasti selalu ada waktu dan kesempatan untuk membuat sebuah terobosan baru. Temukan dan olah bakat minatmu! 
Untuk mengejar beasiswa, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:
1. Jangan hanya diam di bangku kuliah, berjalanlah ke arah manapun sehingga kamu berpengetahuan luas. Carilah banyak teman dari berbagai karakter tanpa pandang bulu, carilah banyak informasi mengenai beasiswa di kantor Kemahasiswaan. 
2. Segera penuhi syarat dan ketentuan kelengkapan beasiswa dari segi dokumen, hingga kamu yakin bahwa dokumen dan persyaratan  tersebut layak untuk diterima dan bersaing dengan kompetitor lainnya. 
3. Seringlah bertanya pada kakak senior mengenai cara pendaftaran hingga kemungkinan-kemungkinan lainnya.
4. Catat dan ingat mengenai deadline pengumpulan data dan pengumuman penerimaan.
5. Berbagilah dengan orang lain agar mampu menginspirasi.
6. Berdoa dan bersyukur atas pencapaianmu saat ini, karena berpikirlah bahwa masih banyak orang di luar sana yang belum seperti kita sampai saat ini. 
7. Berjuang terus tanpa henti hingga kamu dapat melukiskan senyuman pada wajah kedua orang tuamu. 



Keep struggling for yourself and make your parents proud!



Sincerely,


Fransisca Stefanie Chandra

Selasa, 23 Juni 2015

Good place, good journey!


Beautiful Color of Differences!
           


Part of Mcwings Team on Cultural Tour in Tuen Mun, Hong Kong


Rainy Day at Lingnan University, Hong Kong
Let me to share my experiences today! At June 22rd, - August 14th, 2015, i will start the Summer Program at Lingnan University, Hong Kong. First day, i just met my friends from another country, do some pre test and take a rest. 
Second day i start activities at Lingnan University, Hong Kong too much happy. Woke up with a million feelings and pray for the best i do today. My feeling is so happy and interested. A lot of new knowledge from today, its about teamwork, hard work, and persistence. The first activity today in the morning is introduction from Lingnan University (lead by Ms. Chloe), introduction one by one, make the rules, and play a game. So, we can recognized the other one. There is a student from India, Taiwan, Korea, Singapore, and Hongkong. After, we indtroduced our self, we learn about Cantonese language. We just learn simply word, like “Hi Everyone” (大家好), and i learned from my Hongkong’s friend, she’s called Sunshine. Not only that, my Hongkong’s friend (Sunshine) learn about Indonesia language, simple words too. There is a test after we learned a Cantonese language, its so funny for this session because i now about new languange (especially the pronounciation). Interesting!
            After that, we got a Cultural Tour in Tuen Mun. That is a game around Tuen Mun, we are splited into two groups and must win the challenges. We have a map around there, the step, and a money for challenges. We use a transportation : MTR. MTR (Mass Transit Railway) is the rapid transit railway system in Hongkong. It is one of the most profitable systems in the world. We must find some food that is a identity of Hongkong, such as Fish Bowl, Egg Tart, Fresh Soya Milk, and Mushrooms Beef (香姑肥牛).  For Mushroom Beef, its so legend and hard to find because that is a old food from Hongkong.
Transportation in Hong Kong : MTR

Mushroom Beef

            This Cultural Tour was make tired, but the funny is more than the tired. We walked around the shop, found the elements of the game, like a food, game machine, red pocket, and a cheapest egg. As from Indonesia’s student, i’m very shocked with the people of Hongkong. When we faced at our journey today, there is a people who a little grumpy, bad face when serve a consumer, and angry if only stand quiet (not walking) at the street, so they will nudging us without say sorry. That is different habit with Indonesia’s people.  But, that is a culture, always there’s a differences.


Findings:
  1. Habit in Hongkong that i found at the restaurant (not all), that is a wash use hot water to clean utensils, although the equipment is washed using soap, but when we wanted to eat, we cleaned using hot water supplied at the dinner table.
  2. Korean, Taiwan, and Hongkong peoples are didn’t like spicy food, because they didn’t eat a spicy food. Size spiciness in Indonesia and that three countries are very different. For me, it was not spicy, but for them is very spicy.
  3. When i bought something at supermarket, i must pay the plastic bag IDR 850. Every people must bring own bag, in roder to paperless and plasticless. In Indonesia still free, and i hope Indonesia can apply this way as soon as possible at every shop in Indonesia.
 
Vegetables in Lingnan, very tasty!

Fresh Soya Milk, which is very hard to find.


That’s all about my diary today, praise to God for every new knowledge and experiences today. Learn and learn! I’m realize that this life not only sit and see, but we must stand and face everything we see!


Photo: Fransisca Stefanie Chandra 



Selasa, 21 Oktober 2014

Congratulations, Mr Jokowi

Nada salam ku dendangkan untuk Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla.


Ucapan selamat dan terima kasih kuucapkan pada Mr Double J.
Per tanggal 20 Oktober 2014 kemarin telah resmi negara Indonesia memiliki Presiden & Wakil Presiden baru. Hari tersebut sangat bersejarah, karena pergantian pemimpin adalah hari fenomenal.
Luar biasa. Tuhan lagi - lagi memberikan anugerah besar untuk Indonesia. Pemimpin baru, jiwa baru.
Semua Tuhan kehendaki begitu luar biasa adanya. Coba bayangkan, jika saat ini Indonesia tidak punya pemimpin. Beryukurlah, walaupun tidak seperti apa yang kita inginkan.

Harapan ku sebagai mahasiswa adalah Indonesia makin makmur. Orang yang miskin makin kaya, orang kaya tetap kaya. Tidak perlu menjadi seorang milyarder hebat, namun cukuplah makmur dan sejahtera.
Melihat Indonesia penuh dengan kejahatan setiap hari, pilu. Apa sumbernya? Kemiskinan.
Segala tindak kejahatan dapat dikurangi, bahkan diberantas dengan sebuah kemakmuran dan kesejahteraan.

Tidak perlu banyak harap, harapku hanya satu pada pemimpin baru Indonesia adalah memimpinlah bak matahari. Bersinar terang di atas segala yang terang. Jangan hanya bermerk namun gunakan itu sebagai suatu tanggung jawab besar. Jadikan Indonesia di atas segala kepentingan. Harapku, melayani Indonesia dengan hati dan berbekal perintah Sang Kuasa.

Regards,



Fransisca Stefanie Chandra

Intermezo

Well, sekian lama meninggalkan blogger ini. Sudah lama dan sudah banyak hal menarik di dunia ini yang patutnya untuk di share pada bloggers sekalian. Terlewat, bak angin tak bersua.

Nampaknya, belakangan ini sedang diterpa oleh hiruk pikuk hal duniawi di Indonesia. Berbicara tentang Indonesia, sejuta fenomena yang mendarah daging bagi para pesohor dunia telah terjadi silih berganti. Tak perlu ragu, tak perlu khawatir. Manusia ada, karena Tuhan ada. Segala masalah, konflik dapat terpecahkan di dalam Dia.

Yaa, belakangan ini banyak sekali peristiwa kehidupan yang merangkap menjadi satu kesatuan. Elemen kehidupan tumpah ruah menyerbu seakan tulang hampir sukar berdiri tegar. Satu yang pasti, Tuhan memberikan nya untuk melatih seberapa besar kita melibatkanNya.

Walaupun terkesan abstrak, hidupku dilingkupi banyak sekali hal membahagiakan dan mengharukan. Tuhan adil. Memberikan banyak sekali orang - orang di sekelilingku untuk wadah berbagi dan bernaung. Ya, bernaung. Saat letih, ku berteduh sekaligus menumpahkan segala yang aku rasakan. Perasaan lelah, letih, sukar tegar menjadi warna ambigu dalam keseharianku belakangan ini. Bingung, serba salah, miss communication menjadi semburan angin dan bumbu pelengkap perjalanan hidup. Yes, that's my excellent experience!

Tak perlu gentar, takut dan menyerah. Itu kuncinya. Mungkin anda saat ini mengalami jatuh dan terpuruk. Bahkan bernada AMAT. Percayalah, kita punya Tuhan yang besar. Lebih besar DIA daripada masalah kita saat ini. Walaupun terhimpit dalam lorong kegelapan, Tuhan ada di satu titik tersebut.

Saya mengalami hal luar biasa. Oleh karena Tuhan, dan saya juga persembahkan bagiNya. Karena, apa yang saya miliki sekarang hanya titipan, bukan milik saya. Ingat itu.
Dimanapun anda berapa saat ini, sadarilah bahwa kita adalah milikNya, semua yang melekat saat ini adalah bukan milik kita, namun hanya titipan dariNya. Maka dari itu, beramal itu kewajiban kita :)

Sekian. Semoga saya dapat menulis lagi di blogger ini. Step by step. Day by day :)

Regards,


Fransisca Stefanie Chandra

Rabu, 10 September 2014

Abraham Lincoln



Teori Struktural Fungsional Abraham Lincoln

            Perbudakan di Amerika Serikat dilatarbelakangi oleh keterbatasan pekerja disektor perkebunan dan didorong perdagangan budak di Afrika. Perlakuan kejam terhadap budak membuat Abraham Lincoln dan mayoritas orang di negara bagian Utara menentangnya. Sebelum menjadi presiden, usaha Abraham Lincoln dalam penghapusan perbudakan adalah dengan menggelar kampanye-kampanye yang bertemakan anti perbudakan dan berdebat dengan Stephen A Doglas mengenai perbudakan di Amerika Serikat. Ditengah carut marutnya perang saudara Abraham Lincoln mengambil kebijakan Emansipasi Proklamasi. Perang saudara yang terjadi selama lima tahun dapat diakhiri dengan proses rekonstruksi negara Selatan oleh Abraham Lincoln. Kebijakan yang diambil Abraham Lincoln dalam mengatasi perbudakan menyisakan berbagai dampak. Dampak sosial kebijakan itu menyangkut nasib kaum Freedman, secara politik adalah tentang hak pilih dalam pemilu, dampak ekonomi yakni kerugian pasca perang dan dampak secara kebudayaan adalah budak mulai mengembangkan musik bergenre Jazz dan Blues.
            Pertama kali Lincoln menyaksikan Perbudakan, adalah ketika ia menyewa kapal angkut untuk membawa muatan menuju New Orleans di tahun 1828. Kemudian, ketika ia mengunjungi kota itu untuk ke dua kalinya, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia harus menghapus praktik perbudakan ini.
            Abraham Lincoln berhasil membangun teori yang melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang kompleks. Mengatasi perbudakan merupakan hal yang rumit dan kompleks. Kebijakan tersebut diambil oleh Abraham secara sistematis dan bijaksana dengan berbekal solidaritas dan stabilitas terhadap sesama. Penerapan teori struktur fungsional tersebut berhasil diperani oleh Abraham Lincoln sebagai sosok pemimpin. Sebelum menjadi Presiden AS 16, Abraham Lincoln sempat menjadi kepala kantor pos, tentara, dll.

Status & Peranan Abraham Lincoln

Status Abraham Lincoln adalah presiden ke 16 Amerika Serikat. Pada pemilihan presiden tahun 1860, Lincoln tidak berkampanye di jalan, melainkan dengan mendistribusikan poster, leaflet, dan editorial surat kabar. Lincoln lahir di sebuah pondok kayu satu kamar di Farm Sinking Spring, Kentucky. Menjadikannya presiden AS pertama yang berasal dari sebelah barat Pegunungan Appalachian.Pada tahun 1842, Lincoln menikah dengan Mary Todd. Pasangan ini memiliki empat putra, Robert, Edward, William dan Thomas
Peranan Abraham Lincoln adalah saat menjalankan pidato di Gettysburg adalah salah satu pidato politik yang paling dikutip dalam sejarah. Pidato ini menandai berakhirnya pertempuran berdarah Gettysburg dan Perang Saudara Amerika. Pidato itu disampaikan pada hari Kamis sore, 19 November 1863 di makam prajurit Gettysburg, Pennsylvania.
Masa muda Abraham Lincoln bekerja dalam berbagai bidang. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara. Selain itu, Abraham Lincoln berhasil memimpin Amerika melalui perang saudara serta menghapuskan perbudakan. Emansipation Proclamation yang dikeluarkan pada tanggal 22 September 1862 merupakan tanda berakhirnya perbudakan di Amerika Serikat.


Pengalaman Menarik

            Pengalaman kelompok kami adalah saat mengetahui bahwa Abraham Lincoln hanya bersekolah selama 18 bulan, lalu melanjutkan dengan membaca buku secara mandiri dan terus menerus. Alhasil, beliau menjadi seorang yang sukses dan pemimpin sejati di negara hebat, Amerika Serikat. Hal tersebut membuat kita takjub. Mengapa? Karena jaman sekarang walaupun sekolah tinggi, namun manusia tidak mempergunakannya secara bijak. Berbeda dengan Abraham Lincoln, walaupun hanya berbekal membaca dan membaca secara mandiri dan tidak kenal lelah, ia berhasil menembus sejarah.
Selama masa jabatannya, ada banyak budak di Selatan dan ia ingin para budak itu dibebaskan. Orang-orang yang tidak setuju dengan rencananya, membentuk Persatuan Selatan dan sebuah pasukan untuk berperang melawan pasukan Utara Lincoln pada Perang Utara-Selatan. Pasukannya memenangkan peperangan itu. Langkah pertamanya memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 pada saat ia berusia 23 tahun. Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah pada saat pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang. Setelah itu ia kembali dipilih selama tiga kali berturut-turut setelahnya.
Kelihaian dalam mengambil segala peluang mengajarkan kami untuk tanggap dan tidak putus asa. Tak kenal kata menyerah adalah senjata Lincoln. Perbudakan merupakan suatu fenomena yang kompleks dan sulit untuk diungkap apalagi dihentikan. Namun, seorang anak dari kaum tidak berpendidikan tinggi mampu melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi nyata di mata dunia.


Regards,


Fransisca Stefanie Chandra