Sabtu, 12 Juli 2014

Penelitian Capres - Cawapres Itu Penting !



       Penelitian merupakan sebuah proses yang panjang dan rumit. Penelitian berawal dari minat untuk menilik sejumlah fenomena tertentu dan yang pada akhirnya berkembang menjadi sebuah gagasan, teori, dan konseptualisasi. Hasil akhir daripada sebuah penelitian adalah gagasan dan teori baru, sehingga menjadi suatu proses yang tiada hentinya. Hasil akhir tersebut yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini dibalik hiruk pikuk pesta demokrasi  capres dan cawapres periode 2014 – 2019. Rakyat Indonesia diajak untuk meneliti dengan jeli siapakah pemimpin bangsa Indonesia yang layak untuk menangani seluruh masalah pembangunan Indonesia. Masyarakat Indonesia hendaknya menggunakan kaca pembesar untuk meneropong lebih jauh sebelum memilih calon pemimpin bangsa. Titik tolak pada sebuah penelitian adalah kepekaan dan minat dan didukung oleh akal sehat (common sense).

            Pemimpin bangsa berdedikasi tinggi, yakni hendaknya bekerja dan melayani untuk rakyat, karena bahwasanya pemerintahan beroperasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sebuah transparansi besar wajib dimiliki oleh pemimpin bangsa. Bukan hanya transparan mengenai sistem kepemerintahan, namun transparansi diri penting, sehingga rakyat tidak mudah terlena dengan harapan palsu calon pemimpin bangsa. Transparansi diri pemimpin bangsa dapat memudahkan rakyat untuk menyaring dan memilih siapa calon pemimpin bangsa yang benar – benar mempedulikan kesejahteraan rakyat.

            Revolusi mental hal yang miskin saat ini. Revolusi mental digunakan untuk menyelesaikan ganjalan besar dan pelik di negara Indonesia. Perlahan namun pasti, merupakan alur revolusi mental bekerja. Tak terbentuknya harmonisasi kehidupan di Indonesia memaksa rakyat Indonesia untuk berpikir jernih, berpikir memulai segala sesuatu dengan diri sendiri. Jawaban mengapa masalah krusial terus terjadi di bumi ini adalah berasal dari manusia itu sendiri. Problema manusia terus terjadi seiring krisis kemanusiaan, akal sehat mulai di press dengan berbagai pertikaian hingga mencapai titik klimaks.
            
Pemimpin bangsa yang arif adalah pemimpin bangsa yang memiliki nalar dan naluri, paham mengenai konsep penciptaan manusia. Penciptaan manusia meliputi hak asasi menusia, tanggung jawab manusia, dan kewajiban manusia. Tak bisa dipungkiri, semua yang ada di dunia ini hanya sementara dan berasal dari Tuhan YME, maka haruslah pemimpin bangsa kembali pada teori penciptaan manusia yang mutlak, sehingga perlahan akan membentuk gelombang kehidupan yang merata. Kembali pada ajaran Pancasila, pemimpin bangsa yang layak adalah mereka yang mampu mewujudkan ajaran Pancasila sesungguhnya, yakni mengembalikan fungsi teori penciptaan manusia. 

With LOVE,

Fransisca Stefanie Chandra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar