Dunia media massa digemparkan oleh
pemerintahan pada masa orde baru, keegoisan Pemerintah pada jaman tersebut meluluhlantahkan dunia
media massa saat itu. Larangan penerbitan berita mengenai sistem kepemerintahan
orde baru merupakan sebuah aktivitas yang tidak asing bagi para pekerja media
massa, tindak tanduk yang dipertontonkan oleh pihak media dikecam secara ketat
oleh Pemerintah. Munculnya SIUPP yakni Surat Izin untuk Penerbitan Pers adalah
sebuah genjatan senjata yang ditujukan pada pers jika melanggar sistem media
massa saat itu. Tekanan dan kekangan bertubu tubi seakan menghantam tiada
henti, pemerintahan orde baru menganggap bahwa sistem kepemerintahan akan
terganggu dan tidak bebas jika hiruk pikuk kicauan media massa menghinggapi
peran Pemerintah saat itu.
Jika ditelusuri menggunakan kaca
pembesar, peran pers di dunia pemerintahan adalah sebagai pengawasan yang
objektif. Sistem tersebut akan berjalan secara efektif jika adanya pengawasan
dari keseluruhan masyarakat Indonesia, pemerintahan dapat mengevaluasi diri
dengan adanya peran pers. Fungsi pers seharusnya dijadikan sebagai sebuah
pengawas objektif pemerintahan, bukan hanya sebagai sisi formalitas semata.
Oleh karena fungsi pers yang makin
tidak terarah, pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 layaknya dijadikan
sebuah kesempatan perubahan besar terhadap peran media massa. Hiruk pikuk pesta
demokrasi belakangan ini memberikan kesempatan besar bagi fungsi pers untuk
mulai dimainkan. Layaknya pers sebagai fungsi pengawasan, pers bertugas untuk
menayangkan semua tindak tanduk sistem kepemerintahan dari yang baik sampai
buruk sekalipun. Hal tersebut bertujuan untuk memberi sistem warning kepada masyarakat tentang mana
yang baik dan buruk, sehingga masyarakat dapat menentukan mana yang patut
dipilih dan didukung.
Sembari
masyarakat menelisik lebih jauh, Pemerintah tahun 2014 – 2019 wajib memberikan
ruang seefektif mungkin bagaimana peran pers bekerja dan berkarya untuk
kepentingan bersama. Ruang efektif untuk pers adalah bentuk kebebasan pers
berbicara dan menuangkan torehan cerita sistem kepemerintahan yang apa adanya
kepada masyarakat luas. Ruang yang luas bagi pers merupakan salah satu
kebijakan manual yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah, supaya sistem
Pemerintah makin hari makin dibenahi oleh opini yang ada. Evaluasi diri itu
penting. Sehingga, dengan adanya evaluasi, Pemerintah makin termotivasi untuk
memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Love,
Fransisca Stefanie Chandra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar