Senin, 30 November 2015

Scholarship? It's POSSIBLE!

Hallo Pembaca, 


Here I come back since five months ago. 
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta, Universitas Kristen Petra Surabaya membuat saya jarang ada 'me time' bersama para pembaca sekalian.

Haru biru cerita kehidupan terus mengalir tak terhenti, begitupula arus kehidupan seseorang yang terus bergulir. And today, we will talk about scholarship. Cerita kali ini saya ingin bagikan karena saya merasa bahwa pelajar dan mahasiswa di Indonesia butuh tenaga keras untuk berusaha memperoleh beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Bukan karena strata status, keadaan ekonomi, dan lainnya, tetapi karena seolah pengabdian seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. 

Well, cerita punya cerita, saya terlahir sebagai anak keturunan China dari seorang wiraswasta di sebuah desa, desa Sukowono, Kabupaten Jember. Keputusan menempuh Pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya merupakan pilihan yang tidak terencana sebelumnya. Karena jika boleh jujur, saat hendak lulus SMA, saya pun bingung untuk berkuliah dimana, but Jesus make everything well! Saya dituntun dan sampailah pada sebuah pencapaian yang luar biasa dan mampu berdampak bagi orang tua dan orang lain. Duduklah saya di bangku kuliah sejak tahun 2013 masuk sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Latar belakangnya adalah saya suka ng-MC dan suka berinteraksi dengan orang lain. 

Semester pertama berlalu dengan perjuangan bersama teman sekawan. Mengetahui uang kuliah cukup tinggi, saya bermimpi untuk membiayai kuliah dengan jeripayah saya sendiri. Mimpi ini ternyata berawal dari melihat fenomena anak muda yang sudah sukses berbisnis. Tak ayal, mimpi ini pun seakan hanya ada di awan yang tak akan pernah terjadi. Kejadian ini pun berawal dari peristiwa orang tua saya yang bekerja keras tanpa kenal lelah, perjuangan ini seakan menggoreskan hati terdalam. Bangun pagi, tidur malam, and repeat everyday! Walaupun penghasilan ada setiap hari, namun beban Ayah dan Ibu yang harus membiayai ketiga anaknya ini pun menggugah hati untuk bangkit dan berjuang demi membanggakan mereka. 


Start Beasiswa ...


Hati berkobar pun membara seiring berjalannya waktu, dan ini dia ketika waktu berdering di hati dan pikiran. Ternyata, tempat saya berkuliah memiliki banyak jenis beasiswa yang ditawarkan, meskipun syarat dan kualifikasinya sangat berat, yakni IPK, Prestasi, Kredit Poin, Motivasi, dan Keaktifan. Dan, bukan sebuah kebetulan bahwa Tuhan berencana indah pada waktunya. Yes! Beasiswa yang pertama saya apply adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) 2014 yang berasal dari Pemerintah, dan beasiswa ini ditawarkan setiap semester. Syarat yang paling harus ada adalah IPK diatas 3.0, memiliki track record yang baik, memiliki daftar prestasi seperti menang kejuaraan lomba dalam bakat minat tertentu, aktif dalam organisasi, dan memiliki motivasi yang jelas. Then, God's plan are always good, cause He always GOOD all the time! Dan saya percaya, bahwa apapun yang dilakukan manusia di bumi ini, jika memiliki niat dan alasan yang baik maka kemauan itu pun akan terpenuhi walaupun secara kasat mata manusia itu mustahil. Tibalah pengumuman datang, dan saya salah satu dari segelintir mahasiswa yang menerima beasiswa ini. Hal pertama yang saya lakukan adalah, bersyukur kepada Tuhan, karena jika bukan pertolonganNya, saya pun tak bisa berbuat apapun. Beasiswa ini membiayai uang UPRS (uang SKS) full selama satu semester. 

Ceritaa Berlanjut ...


Hi Scholarship! I coming back for second opportunities. Masih dalam keadaan yang sama, sebagai anak yang tengah berjuang di tengah persaingan ketat di bangku kuliah. Di semester berikutnya saya berjuang untuk beasiswa selanjutnya yakni Beasiswa Aktif Berprestasi yang merupakan beasiswa dari Universitas Kristen Petra. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan, memiliki kredit poin sebesar >100. Syarat umumnya adalah lagi-lagi IPK, prestasi, keaktifan, kemampuan dalam bakat minat tertentu, dan great track record. Singkat cerita, lagi-lagi saya salah satu mahasiswa dari keempat mahasiswa lainnnya yang berhasil memperoleh Beasiswa Aktif Berprestasi. Beasiswa ini membiayai uang SPP full selama satu semester. 

Lastly, 

Cerita beasiswa di bangku kuliah berakhir di pencapaian di semester 4. Sampai sekarang, semester 4 merupakan semester yang mengagumkan. Peristiwa terindah hadir di semester ini! Kembali terdengung pengumuman beasiswa khusus wanita yakni Scranton Women's Leadership Korea. Konon, beasiswa ini akan membiayai penuh uang kuliah (SKS + SPP) hingga saya lulus atau wisuda. Sounds good! Seluruh persiapan dan dokumen pun saya segera lengkapi dan kumpulkan. Seperti biasanya, beasiswa ini memiliki kualifikasi yang berat dan persaingan yang ketat. Beasiswa ini hanya memilih dua orang. Yang saya pikirkan adalah, sungguh sulit dan hampir mustahil. Berbekal keberanian, saya pun maju dan memberanikan diri untuk mendaftar. Satu bulan berlalu, dan ini dia yang ditunggu. Kiriman email pemberitahuan dari Korea pun mengguncangkan hati, "you're accepted for this scholarship."
Dan ini dia pencarian terakhir beasiswa saya. 

Fakta ...


Sebagai mahasiswa, sadarlah bahwa kita bukan anak kecil lagi yang masih dituntun orang tua. Dunia menantimu untuk menjadi seorang pemimpin masa depan. Bukan karena kita terlahir sebagai orang kaya atau orang miskin. Namun, berpikirlah bahwa 'apa yang bisa kamu lakukan untuk orang tua yang telah bersusah payah membesarkanmu?' Jika masa mudamu digunakan untuk sekedar bermain dan bercanda, sudahi saja memiliki mimpi besar memimpin dunia. Bermain dan bercanda adalah masa TK hingga SMA, masa indah itu pun hendaknya menjadi kenangan. Bagi saya, ketika menginjak bangku kuliah itu artinya gerbang menuju dunia nyata telah dimulai. Apa itu? Membanggakan orang tua, membalas kebaikan orang tua, berdampak bagi orang lain dan lingkungan, belajar menjadi pemimpin, mengasah kemampuan bakat dan minat, mengubah dunia menjadi lebih baik, menjadi manusia yang berintegritas dan berhikmat, serta menjadi inspirator bagi orang lain. Bukan berarti menjadi miliarder, namun menjadi orang yang mampu berdampak positif serta menginspirasi orang lain melalui karya-karya. 

Cerita ini semata-mata bukan untuk pamer atau hal apapun, namun cerita ini bermaksud untuk menggugah hati pemuda di Indonesia yang saat ini bermalas-malasan di luar sana. Saya sadar bahwa uang kuliah saat ini semakin mahal, oleh sebab itu saya menyemangati diri saya untuk meringankan beban orang tua saya. Walaupun saya tahu, kedua orang tua saya tidak pernah meminta dan memaksa saya memperoleh beasiswa karena keluarga saya tergolong keluarga yang berada. Mereka hanya berkata: 'Cukuplah kamu berkuliah dengan benar, tidak berlaku aneh, dan memperoleh nilai baik'. Hal ini membuat diri saya berpikir bahwa, saya dikaruniai tubuh yang sempurna tanpa kekurangan apapun. Lalu, apa yang bisa saya lakukan? Bangkit, find something useful everyday, raih prestasi demi masa depan, cari jati diri, banggakan orang tua, membangun karakter sebaik mungkin, dan menjadi terang bagi dunia. 


Tips ...


Hi pelajar dan mahasiswa di Indonesia! Kali ini saya ingin mengatakan bahwa tak ada kata terlambat untuk berjuang dan berprestasi. Selama kita hidup, pasti selalu ada waktu dan kesempatan untuk membuat sebuah terobosan baru. Temukan dan olah bakat minatmu! 
Untuk mengejar beasiswa, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:
1. Jangan hanya diam di bangku kuliah, berjalanlah ke arah manapun sehingga kamu berpengetahuan luas. Carilah banyak teman dari berbagai karakter tanpa pandang bulu, carilah banyak informasi mengenai beasiswa di kantor Kemahasiswaan. 
2. Segera penuhi syarat dan ketentuan kelengkapan beasiswa dari segi dokumen, hingga kamu yakin bahwa dokumen dan persyaratan  tersebut layak untuk diterima dan bersaing dengan kompetitor lainnya. 
3. Seringlah bertanya pada kakak senior mengenai cara pendaftaran hingga kemungkinan-kemungkinan lainnya.
4. Catat dan ingat mengenai deadline pengumpulan data dan pengumuman penerimaan.
5. Berbagilah dengan orang lain agar mampu menginspirasi.
6. Berdoa dan bersyukur atas pencapaianmu saat ini, karena berpikirlah bahwa masih banyak orang di luar sana yang belum seperti kita sampai saat ini. 
7. Berjuang terus tanpa henti hingga kamu dapat melukiskan senyuman pada wajah kedua orang tuamu. 



Keep struggling for yourself and make your parents proud!



Sincerely,


Fransisca Stefanie Chandra

1 komentar: