Sabtu, 16 Agustus 2014

"Tak Ada Negeri Lain Selain Indonesia"

Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati
- Goenawan Mohamad - 


Identitas sebuah bangsa yang sesungguhnya adalah berada pada rakyat bangsa itu sendiri. Kekayaan bangsa yang sesungguhnya adalah apa yang saat ini kita kelola bersama dengan hasil keringat rakyat bangsa itu sendiri. Martabat bangsa sesuai dengan perlakuan dan sikap rakyat bangsa itu sendiri. 
Sang Pencipta tidak pernah menciptakan yang ada di dunia ini dengan sempurna, sebab hanya Dia yang sempurna. Namun, Tuhan akan senantiasa mengijinkan semuanya berjalan dengan kehendakNya yang tercipta dengan baik adanya. Begitu pula dengan nasib bangsa Indonesia, yang didesain dengan baik adanya juga, dengan cara mengikuti segala apa yang seharusnya terjadi menurut kehendakNya. Sudah saatnya, bangsa Indonesia kembali merajut kembali benang - benang kehikmatan yang telah lama putus. Artinya, sudah saatnya bangsa Indonesia kembali berpikir untuk menjalankan semua hal sesuai dengan perintahNya. Semua yang terjadi pada bangsa Indonesia (baik & buruk) adalah karena kehendak dan kemauanNya semata yang Ia peroleh dari data - data tindak tanduk rakyat bangsa Indonesia. Seluruh kejadian & peristiwa telah direkam oleh sang Khalik selama tahun belakang, selama Indonesia berumur 68 tahun kemarin. Rekam jejak tersebut akan terus Sang Pencipta gunakan sebagai bahan evaluasi apakah tahun depan wajah Indonesia akan tetap, lebih baik, atau bahkan lebih buruk. Jangan pernah pungkiri bahwa apa yang terjadi selama ini (68 tahun Indonesia berdiri), adalah pekerjaan rakyat, TIDAK. Semua itu adalah pekerjaan Allah yang telah dirancang sedemikian rupa dengan perencanaan yang sempurna. Perlu diketahui, saat rakyat Indonesia mulai berpikir, bekerja, dan menghasilkan suatu hal, Allah ada dan mengetahui segala hal dan hal tersebut yang Ia gunakan sebagai acuan apa yang akan terjadi di bangsa Indonesia kelak. Tidak ada yang Allah tidak ketahui di dunia ini. 

Bangsa Indonesia sudah mengalami kebobrokan dalam hal mental dan sikap. Saling menyalahkan menjadi budaya bangsa Indonesia selama bertahun - tahun lamanya. Saling bentrok satu sama lain disebabkan persepsi dan pikiran yang salah. Ambisius tinggi untuk kepentingan pribadi. Lalai terhadap rakyat kecil. Perubahan lambat terhadap semua sektor. Pembagian kerja yang lambat. Senang budaya negara lain.  Kapan berubah? Memang tidak akan pernah sempurna, namun jika ada usaha keras, tidak ada yang mustahil. Kebiasaan rakyat Indonesia sekaligus menjadi identitas saat ini adalah senang akan budaya bangsa lain yang menurut nya lebih bagus dari Indonesia. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan pernyataan apabila saat budaya bangsa Indonesia mulai diakui oleh bangsa lain. Tak akan pernah selesai permasalahan Indonesia dijadikan budak oleh bangsa lain. Saat rakyat Indonesia bersyukur akan kekayaan bangsa sendiri, saat itulah Indonesia mulai muncul sebagai bangsa yang bermartabat. Memulai dengan hal kecil akan merubah segalanya. Memulai cinta tanah air Indonesia dengan menjaga, menumbuh kembangkan kekayaan budaya bangsa Indonesia melalui banyak bidang. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak prestasi di bidang Pendidikan, jadi bukan tidak mungkin anak bangsa Indonesia dapat mulai mengolah dengan baik budaya dan kekayaan Indonesia, bukan semakin memperkaya negara lain dengan memiliki sikap bangga akan kekayaan bangsa lain. Jsutru, ketika rakyat Indonesia menggunakan kekayaan bangsa lain, berarti telah makin memperburuk keadaan bangsa sendiri. Kapan bangsa Indonesia akan sadar hal itu? 


Stop egois dan berbuat jahat. Mengapa Indonesia banyak terjadi bencana dan musibah? Hal tersebut lagi lagi bersumber pada pikiran dan sikap dari awal. Jika ditilik lebih jauh, semua musibah dan bencana yang ada sumber utama adalah pada kekacauan yang disebabkan oleh balas dendam dan perbuatan keji. Semua pasti ada hukumnya nanti saat dipanggil oleh Sang Khalik. Sikap tegas dalam memimpin itu penting, namun berakhlak mulia jauh lebih penting. Menanamkan sikap baik akan memperkaya segalanya. Perlahan namun pasti. Semua tidak bisa instan. Asal ada usaha pasti berhasil. Kejahatan dimulai dari pikiran dan nafsu yang tiada henti. Maka dari itu, butuh beriman kuat saat memimpin bangsa Indonesia. Sikap melayani dalam diri seorang pemimpin dapat dilihat dari hidup pemimpin itu sendiri. Perubahan Indonesia hanya bisa dilakukan dengan pikiran yang baru. Perubahan bangsa yang bodoh akan menjadi cerdas dengan memulai pikiran yang POSITIF, PERCAYA DIRI, OPTIMIS. 

Mimpi bangsa Indonesia untuk bersatu adalah IMPIAN BESAR. Bayangkan, ketika rakyat kaya dan miskin akan bersatu, indah bukan? Namun, apakah akan terjadi? Hanya waktu yang bisa menjawab. Perbedaan status sosial yang melekat pada diri seseorang terkadang dapat menjadi tembok penghalang persatuan Indonesia. Wajah Indonesia akan menjadi indah dan berwarna jika semua lapisan masyarakat Indonesia mulai bersatu di berbagai bidang. Perlu adanya sosok pemimpin yang mau mengajak elemen dalam seluruh lapisan masyarakat bersatu padu menyelesaikan persoalan dan cita - cita bangsa Indonesia. Semua etnis, semua ras, semua agama, bersatu pada tanpa adanya perbedaan. Mempunyai visi dan misi yang sama, membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dengan kemandirian sejati tanpa bayang - bayang bangsa lain. Tak perlu melihat dia berkulit hitam, coklat, putih, atau kuning. Tak perlu melihat dia agama Kristen, Islam, Katolik, Budha, Hindu. Tak perlu melihat dia Jawa, China, Sunda. Bergabunglah, bersatulah, buatlah suatu karya agar bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang penuh warna dan saling bersatu tanpa kenal apa it perbedaan. Kapan? Mulailah sekarang! 

Merubah pola pikir (mindset). Saat kita ingin maju, bergeraklah maju. Saat ingin sukses, berpikirlah sukses. Jangan pernah berpikir negatif. Namun, apa yang kamu pikirkan, maka itulah yang akan terjadi. Memulai pagi dengan syukur, akan membuat hari cerah. Memulai berkarya untuk Indonesia, makin maju selangkah untuk Indonesia. Sukses itu pilihan. Pilihan itu dari PIKIRAN. Berjalanlah seperti tiada jalan lagi selain berjalan untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

Semua yang ada, yang akan terjadi adalah berasal dari PIKIRAN kita sendiri. Merubah cara dan pola berpikir itu dasar paling utama, pondasi nya adalah PERCAYA DIRI. Kekuatan nya berasal dari KEMAUAN & KERJA KERAS. Mari bersama - sama menggendong beribu karung beban Indonesia untuk bersama sama maju ke depan di tahun ke-69 bangsa Indonesia berdiri. Jangan biarkan bangsa Indonesia makin dijadikan budak oleh bangsa lain. Cintai bangsa sendiri dengan apa adanya bangsa kita. Berjanjilah untuk lebih cerdas, mapan, sederhana, bijak dalam melangkah, buang jauh jauh pikiran negatif. Berjanjilah untuk PERSATUAN INDONESIA. Lupakan perbedaan di lingkungan itu jalan pertama. Kelola budaya dan kekayaan bangsa Indonesia, cari dan kembangkan. Sederhana itu Indonesia Raya. Berbekal beribu harapan tangguhkan segala perkara di pundak. Berangkulan tangan untuk kepercayaan diri identitas bangsa Indonesia. Langkahkan kaki untuk menuju bangsa Indonesia yang tidak egois, namun berpikir untuk rendah hati. Kreatif dalam hal POSITIF, bukan untuk mencari cari saling menjatuhkan. 

Selamat ulang tahun, negeriku tercinta, Indonesia. Siapapun rakyat Indonesia di tanah air ini layak memujamu dengan sepenuh jiwa. Bangga akan harum namamu adalah kewajibanku. Makin bermoral Indonesia adalah tugas yang ku emban. Sederhana & bermartabat adalah ciri khas Indonesia. Warna warni akan budaya adalah wajah Indonesia yang tidak terkalahkan. Kujaga adat dan budaya adalah hak ku. Semoga rekam jejak bangsa Indonesia makin baik di tahun yang ke -69. Tak pernah berkesudahan DOA untuk negeriku, bangsa Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga negeriku tercinta, INDONESIA RAYA.


Harum mawar bukan rahasia
Mencintainya sepenuh hati
Sejuta cinta tuk bangsa Indonesia
Selamanya  kau ku puja sampai mati



DIRGAHAYU KE-69 BANGSA INDONESIA RAYA 



Cinta Indonesia,



Fransisca Stefanie Chandra

Berpikir Positif

Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja.
 - Victor Hugo- 


Semua yang berkaitan dengan manusia bergantung pada lima unsur, yakni orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan media informasi. Mengapa? Karena kehidupan manusia bergantung dengan proses sebelumnya, dimana ia tinggal bersama orang tua, keluarga, dan berada di lingkungan. 
Seorang manusia pasti tidak ingin meletakkan sesuatu yang berbahaya dalam hidupnya, hal yang negatif dan merugikan dirinya. Nah, bagaimana caranya? Hal yang paling sederhana namun susah dilakukan, mengisi pikirannya dengan hal - hal yang positif, tidak perlu mengisi pikirannya dengan hal negatif. Simple bukan? Namun, pasti yang tidak biasa, akan sulit menerapkannya. 

Berpikir itu sederhana, mudah, hanya bisa dalam waktu sekejap. Namun, dalam proses berpikir tidak semudah realisasinya. Proses berpikir bergantung oleh tujuh sumber, yakni orang tua, keluarga, diri sendiri, masyarakat, informasi (media massa), teman, sekolah. 

Proses terjadinya adalah berasal sumber dari luar, lalu terbentuklah sebuah keyakinan dan prinsip pribadi yang amat kuat, sehingga kita bisa menambahkan sikap baru yang positif / negatif. Akal dalam otak seseorang menggabungkan sikap baru dengan data sebelumnya, sehingga proses pembentukan sebuah pikiran semakin kuat. Oleh karena itu, manusia mamou beradaptasi untuk menghadapi fenomena yang ada. Kemampuan tersebut yang menentukan kita sukses atau gagal dalam sebuah perencanaan. Sadar atau tidak, berpikir adalah kegiatan yang sederhana, namun makna nya bisa lebih dalam dari apa yang kita bayangkan. Pikiran dapat menjadi titik keberangkatan kemana kita akan berlabuh untuk masa depan kita. Tak perlu jauh akan apa yang akan kita lakukan, karena sebelum kita melakukan sesuatu hal, kita pasti berpikir terlebih dahulu bukan? 

Mengutip dari perkataan Socrates, "Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga - bunga atau berduri - duri". Dapat dikatakan bahwa sumber dari segala sesuatu perbuatan adalah pikiran kita sendiri. Kemana arah dan tujuan kita adalah pikiran yang mengaturnya. Pikiran adalah hasil PILIHAN kita sendiri. Jika ingin sukses, berpikirlah untuk sukses. Jika ingin terkenal, berpikirlah untuk terkenal. 

Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan, "Jika minum susu di pagu hari akan merasa mulas" ?
Pernyataan tersebut hanya sebuah mindset belaka yang terbentuk dari pikiran negatif. Dari kebiasaan berpikir negatif tersebut, maka akal bawah sadar manusia akan menumbuhkan perasaan dan persepsi negatif. Mindset adalah suatu hal yang terus menerus dipikirkan, lalu berpersepsi bahwa pengalaman tertentu akan menghasilkan dampak tertentu pula. Memastikan suatu hal yang kita anggap itu benar (padahal bersifat negatif) akan benar terjadi jika terus kita pikirkan dan secara berkesinambungan kita bawa dalam alam bawah sadar kita. Ungkapan seseorang yang selalu dikaitkan dengan waktu dan tempat serta disambungkan dengan keyakinan dan persepsi nya sendiri akan benar - benar terjadi. Hal tersebut yang dinamakan mindset atau pola pikir. 
Segala sesuatu dalam hidup ini terbentuk dari pola pikir manusia itu sendiri, pikiran yang terus menerus (berkesinambungan) akan menghasilkan sebuah pola pikir. 

Lalu, buat apa kita berpikir mengenai hal NEGATIF? Nothing. 
Mulailah untuk membiasakan diri dengan berpikir mengenai apa yang menurut kamu MAU dan INGINKAN. 
Jangan selalu membebani diri dengan hal yang dapat merugikan diri sendiri, seperti pesimis, negatif terhadap orang lain, dan sugesti akan hal negatif. Cobalah untuk membiasakan diri OPTIMIS, TERSENYUM, berpikir positif selalu akan segala hal yang kamu temui. Pastikan bahwa apa yang akan kamu lakukan adalah BERPIKIR POSITIF & OPTIMIS. Percaya diri itu penting. Buang jauh pikiran yang hanya membebani pikiran dan hati. Dan yang paling penting adalah awali segala hal dengan BERDOA.

Best Regards,


Fransisca Stefanie Chandra.

Kamis, 14 Agustus 2014

Berjalan dengan Allah

Pertanyaan sederhana bagi seseorang adalah apa yang kita lakukan setelah kita membuka mata saat bangun tidur?

Pertanyaan tersebut layaknya kita kembalikan pada diri kita sendiri untuk bertanya dalam hati. Saya mengakui sesaat saya bangun tidur yang saya lakukan adalah melihat jam lewat handphone saya, setelah itu terus lanjut asyik dengan handphone. Kebiasaan tersebut sudah melekat sejak saya memilii gadget. Lalu apa selanjutnya? Saya berdoa. Hal tersebut sebenarnya salah besar. Hal utama yang harus kita lakukan sesaat kita bangun tidur adalah BERDOA dan mengucap syukur atas nafas kehidupan yang masih kita dapatkan saat itu. Karena apa? Karena Tuhan yang bekerja secara luar biasa menghidupi manusia di atas bumi ini. Lalu, masih pantaskah kita menomor duakan Tuhan Yesus? 

13 Agustus 2014 dimana hari efektif saya berkuliah dan melakukan aktivitas lainnya. Hari itu saya sangat merasakan KASIH TUHAN yang teramat dalam. Tak perlu sejuta orang mengenal siapa kita, namun cukup segelintir orang menyapa dan memeluk kita dengan hangat itu lebih baik. 

Tangan kasih Tuhan sungguh bekerja dalam setiap umat yang tidak pernah melupakanNya. Dalam suatu peristiwa, saya melangkahkan kaki saya dengan ragu serta dalam hati berkata "Tuhan, tolong dan lindungi saya". Maka, Tuhan tidak pernah diam saja, Ia bekerja begitu dahsyat mengubah segala sesuatu yang semula mustahil menjadi nyata, bahkan melebihi apa yang kita duga dan inginkan (out of my expectation).

Mungkin saya tidak akan menjabarkan peristiwa detail apa yang saya alami selama hari hari saya, namun satu yang pasti, kekuatan DOA mengubah segalanya. 

Apalagi? PERCAYA ! 

Menggondol sekarung kepercayaan kepada Sang Kuasa tidak pernah rugi. Percayalah! Semua yang kita inginkan dan impikan, pasti akan terjadi. Karena lagu 'Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil' tersebut dikarang dengan benar adanya bagi kehidupan manusia (coba dengarkan dan hayati).

Next? KERJA KERAS !

Menggampai apa yang kamu impikan memang tidak mudah, ada beberapa faktor yang akan menghampiri diri kita sendiri, entah dari sisi kita sendiri dan dari orang lain, bahkan dari lingkungan.
Namun, satu yang pasti kerja keras tanpa putus asa adalah jawabannya. 

Gagal? Get up! Gagal lagi? Try again! Masih gagal? Terus berjuang sampai tidak ada yang mengalahkanmu!

Rata - rata orang lain tersenyum simpul ketika diri kita gagal. Karena baginya, ada kesempatan untuk mencuri. Namun, Tuhan merencanakan jauh lebih baik dari apa yang kita rencanakan. Trust it! 

`Jangan pernah meremehkan orang lain! 


Berjalan bersama Tuhan selalu ISTIMEWA ! 

PROVE IT!


Best Regards, 


Fransisca Stefanie Chandra

Senin, 11 Agustus 2014

Pemberdayaan Desa Tawangrejo Penuh CINTA




            Sebuah desa tertinggal nan jauh dari hiruk pikuk keramaian. Bernama desa Tawangrejo, terletak di Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto. Desa ini terletak di daerah pegunungan dan di kelilingi oleh hutan. Jalan menuju ke desa Tawangrejo sangat panjang dan melalui banyak jalan bebatuan yang menandakan betapa jauh dari sebuah keramaian kota yang sarat dengan euphoria.  Kondisi lingkungan desa Tawangrejo terlihat masih sangat kotor, terutama kondisi lingkungan sekolah  SDN Tawangrejo, banyak sampah yang berserakan di halaman sekolah, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dan anak-anak terhadap kebersihan lingkungan. 

Pemandangan Lumut Mewarnai
Keadaan miris yang terpampang jelas di desa Tawangrejo adalah kondisi WC yang teramat parah dan harus dibenahi, sehingga layak pakai kembali. Warna hijau lumut mendominasi WC sehingga masyarakat mulai tidak selera untuk memakainya. Semua WC umum dan WC sekolah menggambarkan sebuah WC tidak layak pakai, sehingga makin tidak terawatnya WC di desa Tawangrejo. Selain itu, kondisi sekolah PAUD yang tidak terawat menggugah rasa ketidaknyamanan pemandangan. Banyak binatang berkeliaran, tembok tak terawat, kotor nya lantai dan perabotan, itulah keadaan gedung sekolah PAUD Tawangrejo.
Universitas Kristen Petra Surabaya memiliki visi to be a caring and global university that is committed to Christian values”. Sebagai perwujudan dari visi tersebut, lembaga kemahasiswaan ‘Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)’ mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yakni tinggal bersama warga di desa Tawangrejo selama beberapa hari, yakni Live In bertema ‘Empowering Tawangrejo With Love’. Kegiatan Live In berlangsung pada tanggal 21 – 25 Juni 2014. Kegiatan Live In merupakan kegiatan rutin Universitas Kristen Petra tiap tahunnya yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra, yang terdiri dari 40 peserta dan 25 panitia.
            Tujuan dari kegiatan Live In adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa Universitas Kristen Petra dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Tawangrejo. Isi dari kegiatan Live In terdiri dari proyek fisik dan proyek non fisik. Proyek fisik  di antaranya adalah renovasi WC, mengecat pagar sekolah, mengecat tembok dinding sekolah PAUD Tawangrejo, menanam pohon, memberi tong sampah dan papan value. Sedangkan, proyek non fisik di antaranya mengadakan bimbingan belajar, memasak bersama, nonton bareng, dan talent show.
Rencana dampak yang diharapkan pada kegiatan Live In adalah mahasiswa dapat bersyukur terhadap kehidupan yang telah dimilikinya, mahasiswa dapat bergotong royong dengan warga desa Tawangrejo, untuk membangun sarana prasarana pendidikan dan kesehatan yang lebih layak, dan meningkatnya mutu pendidikan dan bakat dari anak-anak Desa Tawangrejo, Kec. Jatirejo, Mojokerto.


Perjuangan Keras
            Dengan segenap hati dan jiwa, panitia berusaha untuk melayani sepenuh hati dari awal persiapan hingga hari-H acara. Banyak rintangan dan kendala yang menghinggapi perjalanan persiapan acara, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah batu yang menghalangi sebuah pelayanan dan pengabdian pada masyarakat. Kendala teknis, ekonomi, waktu merupakan konsumsi setiap hari panitia dalam menjalankan persiapan kegiatan Live In. Namun, komitmen panitia akan pelayanan dengan sepenuh hati terus menjadi motivasi kuat di dalam darah tiap individu. Kerja keras, saling mengayomi, kebersamaan, kerja sama, kemauan keras, saling menerima, dan evaluasi diri dan team merupakan kekuatan yang mendarah daging di 25 orang panitia selama menjalani kepanitiaan. Tidur hanya 1 – 2 jam merupakan keresahan tersendiri di kala kegiatan berlangsung, persiapan hingga persiapan dilakukan sampai matang agar kegiatan yang terencana dapat sukses adanya. Kekurangan biaya juga dilewati oleh panitia, namun dengan ide kreatif dan kemauan keras, panitia berinisiatif untuk menjual nasi kotak dan menjual barang bekas di pasar yang terkumpul oleh mahasiswa sendiri. Alhasil, dana yang kurang dapat tertutupi. Memang dibutuhkan kerja keras dan banting tulang saat melewati proses yang ada. Seperti kata orang bijak, tidak ada kesuksesan yang jatuh sendiri dari langit, melainkan harus melewati ribuan proses.
Sejuta harapan tertuang oleh panitia Live In, salah satunya adalah warga desa Tawangrejo mendapat sebuah dampak ketika mahasiswa hadir, adanya perubahan ke arah yang lebih baik, secara fisik maupun non fisik, dengan kata lain memberdayakan desa Tawangrejo berhasil dilakukan. Selain itu, peserta dan panitia yang berpartisipasi nyaman dan puas setelah mengikuti kegiatan Live In.

Lupasan Perbaikan Pers Indonesia Periode 2014 – 2019





            Dunia media massa digemparkan oleh pemerintahan pada masa orde baru, keegoisan Pemerintah  pada jaman tersebut meluluhlantahkan dunia media massa saat itu. Larangan penerbitan berita mengenai sistem kepemerintahan orde baru merupakan sebuah aktivitas yang tidak asing bagi para pekerja media massa, tindak tanduk yang dipertontonkan oleh pihak media dikecam secara ketat oleh Pemerintah. Munculnya SIUPP yakni Surat Izin untuk Penerbitan Pers adalah sebuah genjatan senjata yang ditujukan pada pers jika melanggar sistem media massa saat itu. Tekanan dan kekangan bertubu tubi seakan menghantam tiada henti, pemerintahan orde baru menganggap bahwa sistem kepemerintahan akan terganggu dan tidak bebas jika hiruk pikuk kicauan media massa menghinggapi peran Pemerintah saat itu.
            Jika ditelusuri menggunakan kaca pembesar, peran pers di dunia pemerintahan adalah sebagai pengawasan yang objektif. Sistem tersebut akan berjalan secara efektif jika adanya pengawasan dari keseluruhan masyarakat Indonesia, pemerintahan dapat mengevaluasi diri dengan adanya peran pers. Fungsi pers seharusnya dijadikan sebagai sebuah pengawas objektif pemerintahan, bukan hanya sebagai sisi formalitas semata.
            Oleh karena fungsi pers yang makin tidak terarah, pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 layaknya dijadikan sebuah kesempatan perubahan besar terhadap peran media massa. Hiruk pikuk pesta demokrasi belakangan ini memberikan kesempatan besar bagi fungsi pers untuk mulai dimainkan. Layaknya pers sebagai fungsi pengawasan, pers bertugas untuk menayangkan semua tindak tanduk sistem kepemerintahan dari yang baik sampai buruk sekalipun. Hal tersebut bertujuan untuk memberi sistem warning kepada masyarakat tentang mana yang baik dan buruk, sehingga masyarakat dapat menentukan mana yang patut dipilih dan didukung.
Sembari masyarakat menelisik lebih jauh, Pemerintah tahun 2014 – 2019 wajib memberikan ruang seefektif mungkin bagaimana peran pers bekerja dan berkarya untuk kepentingan bersama. Ruang efektif untuk pers adalah bentuk kebebasan pers berbicara dan menuangkan torehan cerita sistem kepemerintahan yang apa adanya kepada masyarakat luas. Ruang yang luas bagi pers merupakan salah satu kebijakan manual yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah, supaya sistem Pemerintah makin hari makin dibenahi oleh opini yang ada. Evaluasi diri itu penting. Sehingga, dengan adanya evaluasi, Pemerintah makin termotivasi untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. 

Love,

Fransisca Stefanie Chandra