Senin, 11 Agustus 2014

Pemberdayaan Desa Tawangrejo Penuh CINTA




            Sebuah desa tertinggal nan jauh dari hiruk pikuk keramaian. Bernama desa Tawangrejo, terletak di Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto. Desa ini terletak di daerah pegunungan dan di kelilingi oleh hutan. Jalan menuju ke desa Tawangrejo sangat panjang dan melalui banyak jalan bebatuan yang menandakan betapa jauh dari sebuah keramaian kota yang sarat dengan euphoria.  Kondisi lingkungan desa Tawangrejo terlihat masih sangat kotor, terutama kondisi lingkungan sekolah  SDN Tawangrejo, banyak sampah yang berserakan di halaman sekolah, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dan anak-anak terhadap kebersihan lingkungan. 

Pemandangan Lumut Mewarnai
Keadaan miris yang terpampang jelas di desa Tawangrejo adalah kondisi WC yang teramat parah dan harus dibenahi, sehingga layak pakai kembali. Warna hijau lumut mendominasi WC sehingga masyarakat mulai tidak selera untuk memakainya. Semua WC umum dan WC sekolah menggambarkan sebuah WC tidak layak pakai, sehingga makin tidak terawatnya WC di desa Tawangrejo. Selain itu, kondisi sekolah PAUD yang tidak terawat menggugah rasa ketidaknyamanan pemandangan. Banyak binatang berkeliaran, tembok tak terawat, kotor nya lantai dan perabotan, itulah keadaan gedung sekolah PAUD Tawangrejo.
Universitas Kristen Petra Surabaya memiliki visi to be a caring and global university that is committed to Christian values”. Sebagai perwujudan dari visi tersebut, lembaga kemahasiswaan ‘Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)’ mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yakni tinggal bersama warga di desa Tawangrejo selama beberapa hari, yakni Live In bertema ‘Empowering Tawangrejo With Love’. Kegiatan Live In berlangsung pada tanggal 21 – 25 Juni 2014. Kegiatan Live In merupakan kegiatan rutin Universitas Kristen Petra tiap tahunnya yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra, yang terdiri dari 40 peserta dan 25 panitia.
            Tujuan dari kegiatan Live In adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa Universitas Kristen Petra dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Tawangrejo. Isi dari kegiatan Live In terdiri dari proyek fisik dan proyek non fisik. Proyek fisik  di antaranya adalah renovasi WC, mengecat pagar sekolah, mengecat tembok dinding sekolah PAUD Tawangrejo, menanam pohon, memberi tong sampah dan papan value. Sedangkan, proyek non fisik di antaranya mengadakan bimbingan belajar, memasak bersama, nonton bareng, dan talent show.
Rencana dampak yang diharapkan pada kegiatan Live In adalah mahasiswa dapat bersyukur terhadap kehidupan yang telah dimilikinya, mahasiswa dapat bergotong royong dengan warga desa Tawangrejo, untuk membangun sarana prasarana pendidikan dan kesehatan yang lebih layak, dan meningkatnya mutu pendidikan dan bakat dari anak-anak Desa Tawangrejo, Kec. Jatirejo, Mojokerto.


Perjuangan Keras
            Dengan segenap hati dan jiwa, panitia berusaha untuk melayani sepenuh hati dari awal persiapan hingga hari-H acara. Banyak rintangan dan kendala yang menghinggapi perjalanan persiapan acara, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah batu yang menghalangi sebuah pelayanan dan pengabdian pada masyarakat. Kendala teknis, ekonomi, waktu merupakan konsumsi setiap hari panitia dalam menjalankan persiapan kegiatan Live In. Namun, komitmen panitia akan pelayanan dengan sepenuh hati terus menjadi motivasi kuat di dalam darah tiap individu. Kerja keras, saling mengayomi, kebersamaan, kerja sama, kemauan keras, saling menerima, dan evaluasi diri dan team merupakan kekuatan yang mendarah daging di 25 orang panitia selama menjalani kepanitiaan. Tidur hanya 1 – 2 jam merupakan keresahan tersendiri di kala kegiatan berlangsung, persiapan hingga persiapan dilakukan sampai matang agar kegiatan yang terencana dapat sukses adanya. Kekurangan biaya juga dilewati oleh panitia, namun dengan ide kreatif dan kemauan keras, panitia berinisiatif untuk menjual nasi kotak dan menjual barang bekas di pasar yang terkumpul oleh mahasiswa sendiri. Alhasil, dana yang kurang dapat tertutupi. Memang dibutuhkan kerja keras dan banting tulang saat melewati proses yang ada. Seperti kata orang bijak, tidak ada kesuksesan yang jatuh sendiri dari langit, melainkan harus melewati ribuan proses.
Sejuta harapan tertuang oleh panitia Live In, salah satunya adalah warga desa Tawangrejo mendapat sebuah dampak ketika mahasiswa hadir, adanya perubahan ke arah yang lebih baik, secara fisik maupun non fisik, dengan kata lain memberdayakan desa Tawangrejo berhasil dilakukan. Selain itu, peserta dan panitia yang berpartisipasi nyaman dan puas setelah mengikuti kegiatan Live In.

1 komentar: