Sabtu, 16 Agustus 2014

"Tak Ada Negeri Lain Selain Indonesia"

Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati
- Goenawan Mohamad - 


Identitas sebuah bangsa yang sesungguhnya adalah berada pada rakyat bangsa itu sendiri. Kekayaan bangsa yang sesungguhnya adalah apa yang saat ini kita kelola bersama dengan hasil keringat rakyat bangsa itu sendiri. Martabat bangsa sesuai dengan perlakuan dan sikap rakyat bangsa itu sendiri. 
Sang Pencipta tidak pernah menciptakan yang ada di dunia ini dengan sempurna, sebab hanya Dia yang sempurna. Namun, Tuhan akan senantiasa mengijinkan semuanya berjalan dengan kehendakNya yang tercipta dengan baik adanya. Begitu pula dengan nasib bangsa Indonesia, yang didesain dengan baik adanya juga, dengan cara mengikuti segala apa yang seharusnya terjadi menurut kehendakNya. Sudah saatnya, bangsa Indonesia kembali merajut kembali benang - benang kehikmatan yang telah lama putus. Artinya, sudah saatnya bangsa Indonesia kembali berpikir untuk menjalankan semua hal sesuai dengan perintahNya. Semua yang terjadi pada bangsa Indonesia (baik & buruk) adalah karena kehendak dan kemauanNya semata yang Ia peroleh dari data - data tindak tanduk rakyat bangsa Indonesia. Seluruh kejadian & peristiwa telah direkam oleh sang Khalik selama tahun belakang, selama Indonesia berumur 68 tahun kemarin. Rekam jejak tersebut akan terus Sang Pencipta gunakan sebagai bahan evaluasi apakah tahun depan wajah Indonesia akan tetap, lebih baik, atau bahkan lebih buruk. Jangan pernah pungkiri bahwa apa yang terjadi selama ini (68 tahun Indonesia berdiri), adalah pekerjaan rakyat, TIDAK. Semua itu adalah pekerjaan Allah yang telah dirancang sedemikian rupa dengan perencanaan yang sempurna. Perlu diketahui, saat rakyat Indonesia mulai berpikir, bekerja, dan menghasilkan suatu hal, Allah ada dan mengetahui segala hal dan hal tersebut yang Ia gunakan sebagai acuan apa yang akan terjadi di bangsa Indonesia kelak. Tidak ada yang Allah tidak ketahui di dunia ini. 

Bangsa Indonesia sudah mengalami kebobrokan dalam hal mental dan sikap. Saling menyalahkan menjadi budaya bangsa Indonesia selama bertahun - tahun lamanya. Saling bentrok satu sama lain disebabkan persepsi dan pikiran yang salah. Ambisius tinggi untuk kepentingan pribadi. Lalai terhadap rakyat kecil. Perubahan lambat terhadap semua sektor. Pembagian kerja yang lambat. Senang budaya negara lain.  Kapan berubah? Memang tidak akan pernah sempurna, namun jika ada usaha keras, tidak ada yang mustahil. Kebiasaan rakyat Indonesia sekaligus menjadi identitas saat ini adalah senang akan budaya bangsa lain yang menurut nya lebih bagus dari Indonesia. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan pernyataan apabila saat budaya bangsa Indonesia mulai diakui oleh bangsa lain. Tak akan pernah selesai permasalahan Indonesia dijadikan budak oleh bangsa lain. Saat rakyat Indonesia bersyukur akan kekayaan bangsa sendiri, saat itulah Indonesia mulai muncul sebagai bangsa yang bermartabat. Memulai dengan hal kecil akan merubah segalanya. Memulai cinta tanah air Indonesia dengan menjaga, menumbuh kembangkan kekayaan budaya bangsa Indonesia melalui banyak bidang. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak prestasi di bidang Pendidikan, jadi bukan tidak mungkin anak bangsa Indonesia dapat mulai mengolah dengan baik budaya dan kekayaan Indonesia, bukan semakin memperkaya negara lain dengan memiliki sikap bangga akan kekayaan bangsa lain. Jsutru, ketika rakyat Indonesia menggunakan kekayaan bangsa lain, berarti telah makin memperburuk keadaan bangsa sendiri. Kapan bangsa Indonesia akan sadar hal itu? 


Stop egois dan berbuat jahat. Mengapa Indonesia banyak terjadi bencana dan musibah? Hal tersebut lagi lagi bersumber pada pikiran dan sikap dari awal. Jika ditilik lebih jauh, semua musibah dan bencana yang ada sumber utama adalah pada kekacauan yang disebabkan oleh balas dendam dan perbuatan keji. Semua pasti ada hukumnya nanti saat dipanggil oleh Sang Khalik. Sikap tegas dalam memimpin itu penting, namun berakhlak mulia jauh lebih penting. Menanamkan sikap baik akan memperkaya segalanya. Perlahan namun pasti. Semua tidak bisa instan. Asal ada usaha pasti berhasil. Kejahatan dimulai dari pikiran dan nafsu yang tiada henti. Maka dari itu, butuh beriman kuat saat memimpin bangsa Indonesia. Sikap melayani dalam diri seorang pemimpin dapat dilihat dari hidup pemimpin itu sendiri. Perubahan Indonesia hanya bisa dilakukan dengan pikiran yang baru. Perubahan bangsa yang bodoh akan menjadi cerdas dengan memulai pikiran yang POSITIF, PERCAYA DIRI, OPTIMIS. 

Mimpi bangsa Indonesia untuk bersatu adalah IMPIAN BESAR. Bayangkan, ketika rakyat kaya dan miskin akan bersatu, indah bukan? Namun, apakah akan terjadi? Hanya waktu yang bisa menjawab. Perbedaan status sosial yang melekat pada diri seseorang terkadang dapat menjadi tembok penghalang persatuan Indonesia. Wajah Indonesia akan menjadi indah dan berwarna jika semua lapisan masyarakat Indonesia mulai bersatu di berbagai bidang. Perlu adanya sosok pemimpin yang mau mengajak elemen dalam seluruh lapisan masyarakat bersatu padu menyelesaikan persoalan dan cita - cita bangsa Indonesia. Semua etnis, semua ras, semua agama, bersatu pada tanpa adanya perbedaan. Mempunyai visi dan misi yang sama, membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dengan kemandirian sejati tanpa bayang - bayang bangsa lain. Tak perlu melihat dia berkulit hitam, coklat, putih, atau kuning. Tak perlu melihat dia agama Kristen, Islam, Katolik, Budha, Hindu. Tak perlu melihat dia Jawa, China, Sunda. Bergabunglah, bersatulah, buatlah suatu karya agar bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang penuh warna dan saling bersatu tanpa kenal apa it perbedaan. Kapan? Mulailah sekarang! 

Merubah pola pikir (mindset). Saat kita ingin maju, bergeraklah maju. Saat ingin sukses, berpikirlah sukses. Jangan pernah berpikir negatif. Namun, apa yang kamu pikirkan, maka itulah yang akan terjadi. Memulai pagi dengan syukur, akan membuat hari cerah. Memulai berkarya untuk Indonesia, makin maju selangkah untuk Indonesia. Sukses itu pilihan. Pilihan itu dari PIKIRAN. Berjalanlah seperti tiada jalan lagi selain berjalan untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

Semua yang ada, yang akan terjadi adalah berasal dari PIKIRAN kita sendiri. Merubah cara dan pola berpikir itu dasar paling utama, pondasi nya adalah PERCAYA DIRI. Kekuatan nya berasal dari KEMAUAN & KERJA KERAS. Mari bersama - sama menggendong beribu karung beban Indonesia untuk bersama sama maju ke depan di tahun ke-69 bangsa Indonesia berdiri. Jangan biarkan bangsa Indonesia makin dijadikan budak oleh bangsa lain. Cintai bangsa sendiri dengan apa adanya bangsa kita. Berjanjilah untuk lebih cerdas, mapan, sederhana, bijak dalam melangkah, buang jauh jauh pikiran negatif. Berjanjilah untuk PERSATUAN INDONESIA. Lupakan perbedaan di lingkungan itu jalan pertama. Kelola budaya dan kekayaan bangsa Indonesia, cari dan kembangkan. Sederhana itu Indonesia Raya. Berbekal beribu harapan tangguhkan segala perkara di pundak. Berangkulan tangan untuk kepercayaan diri identitas bangsa Indonesia. Langkahkan kaki untuk menuju bangsa Indonesia yang tidak egois, namun berpikir untuk rendah hati. Kreatif dalam hal POSITIF, bukan untuk mencari cari saling menjatuhkan. 

Selamat ulang tahun, negeriku tercinta, Indonesia. Siapapun rakyat Indonesia di tanah air ini layak memujamu dengan sepenuh jiwa. Bangga akan harum namamu adalah kewajibanku. Makin bermoral Indonesia adalah tugas yang ku emban. Sederhana & bermartabat adalah ciri khas Indonesia. Warna warni akan budaya adalah wajah Indonesia yang tidak terkalahkan. Kujaga adat dan budaya adalah hak ku. Semoga rekam jejak bangsa Indonesia makin baik di tahun yang ke -69. Tak pernah berkesudahan DOA untuk negeriku, bangsa Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga negeriku tercinta, INDONESIA RAYA.


Harum mawar bukan rahasia
Mencintainya sepenuh hati
Sejuta cinta tuk bangsa Indonesia
Selamanya  kau ku puja sampai mati



DIRGAHAYU KE-69 BANGSA INDONESIA RAYA 



Cinta Indonesia,



Fransisca Stefanie Chandra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar