Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja.
- Victor Hugo-
Semua yang berkaitan dengan manusia bergantung pada lima unsur, yakni orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan media informasi. Mengapa? Karena kehidupan manusia bergantung dengan proses sebelumnya, dimana ia tinggal bersama orang tua, keluarga, dan berada di lingkungan.
Seorang manusia pasti tidak ingin meletakkan sesuatu yang berbahaya dalam hidupnya, hal yang negatif dan merugikan dirinya. Nah, bagaimana caranya? Hal yang paling sederhana namun susah dilakukan, mengisi pikirannya dengan hal - hal yang positif, tidak perlu mengisi pikirannya dengan hal negatif. Simple bukan? Namun, pasti yang tidak biasa, akan sulit menerapkannya.
Berpikir itu sederhana, mudah, hanya bisa dalam waktu sekejap. Namun, dalam proses berpikir tidak semudah realisasinya. Proses berpikir bergantung oleh tujuh sumber, yakni orang tua, keluarga, diri sendiri, masyarakat, informasi (media massa), teman, sekolah.
Proses terjadinya adalah berasal sumber dari luar, lalu terbentuklah sebuah keyakinan dan prinsip pribadi yang amat kuat, sehingga kita bisa menambahkan sikap baru yang positif / negatif. Akal dalam otak seseorang menggabungkan sikap baru dengan data sebelumnya, sehingga proses pembentukan sebuah pikiran semakin kuat. Oleh karena itu, manusia mamou beradaptasi untuk menghadapi fenomena yang ada. Kemampuan tersebut yang menentukan kita sukses atau gagal dalam sebuah perencanaan. Sadar atau tidak, berpikir adalah kegiatan yang sederhana, namun makna nya bisa lebih dalam dari apa yang kita bayangkan. Pikiran dapat menjadi titik keberangkatan kemana kita akan berlabuh untuk masa depan kita. Tak perlu jauh akan apa yang akan kita lakukan, karena sebelum kita melakukan sesuatu hal, kita pasti berpikir terlebih dahulu bukan?
Mengutip dari perkataan Socrates, "Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga - bunga atau berduri - duri". Dapat dikatakan bahwa sumber dari segala sesuatu perbuatan adalah pikiran kita sendiri. Kemana arah dan tujuan kita adalah pikiran yang mengaturnya. Pikiran adalah hasil PILIHAN kita sendiri. Jika ingin sukses, berpikirlah untuk sukses. Jika ingin terkenal, berpikirlah untuk terkenal.
Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan, "Jika minum susu di pagu hari akan merasa mulas" ?
Pernyataan tersebut hanya sebuah mindset belaka yang terbentuk dari pikiran negatif. Dari kebiasaan berpikir negatif tersebut, maka akal bawah sadar manusia akan menumbuhkan perasaan dan persepsi negatif. Mindset adalah suatu hal yang terus menerus dipikirkan, lalu berpersepsi bahwa pengalaman tertentu akan menghasilkan dampak tertentu pula. Memastikan suatu hal yang kita anggap itu benar (padahal bersifat negatif) akan benar terjadi jika terus kita pikirkan dan secara berkesinambungan kita bawa dalam alam bawah sadar kita. Ungkapan seseorang yang selalu dikaitkan dengan waktu dan tempat serta disambungkan dengan keyakinan dan persepsi nya sendiri akan benar - benar terjadi. Hal tersebut yang dinamakan mindset atau pola pikir.
Segala sesuatu dalam hidup ini terbentuk dari pola pikir manusia itu sendiri, pikiran yang terus menerus (berkesinambungan) akan menghasilkan sebuah pola pikir.
Lalu, buat apa kita berpikir mengenai hal NEGATIF? Nothing.
Mulailah untuk membiasakan diri dengan berpikir mengenai apa yang menurut kamu MAU dan INGINKAN.
Jangan selalu membebani diri dengan hal yang dapat merugikan diri sendiri, seperti pesimis, negatif terhadap orang lain, dan sugesti akan hal negatif. Cobalah untuk membiasakan diri OPTIMIS, TERSENYUM, berpikir positif selalu akan segala hal yang kamu temui. Pastikan bahwa apa yang akan kamu lakukan adalah BERPIKIR POSITIF & OPTIMIS. Percaya diri itu penting. Buang jauh pikiran yang hanya membebani pikiran dan hati. Dan yang paling penting adalah awali segala hal dengan BERDOA.
Best Regards,
Fransisca Stefanie Chandra.
http://shotkit.com/resources/
BalasHapus